Air Bag Di Motor, Bisa Kah Dipakai?

Honda Motorcycle Air Bag 1.

Otoinfo.id –Honda memang menjadi pioneer dalam hal teknologi keselamatan. Apalagi setelah air bag motor dimunculkan. Teknologi ini diperkenalkan pada tahun 2005. Setahun kemudian diikuti dengan peluncuran Gold Wing Airbag. Gold Wing pun menjadi motor pertama di dunia memiliki air bag.

Menurut hasil riset Honda sejak 1990, air bag untuk motor paling cocok model ‘V’. Hal ini bisa menawarkan kestabilan ketika bagian tubuh pengendara mengalami kontak dengan air bag.

Nah, agar berfungsi maksimal, air bag motor harus mampu mengembang dalam waktu sanvgat singkat. Untuk itu, airbag membutuhkan G force (gaya tekan) dengan besaran tertentu sebagai trigger untuk mengembang. Umumnya gaya tekan ini terjadi saat deselarasi tiba-tiba, atau saat motor menghantam obyek sehingga terdeteksi oleh accelerometer.

Untuk mobil, fitur safety airbag jelas bukan hal baru. Namun untuk motor, teknologi air bag masih tergolong baru. Hingga saat ini, muncul perdebatan yang harus dipertimbangkan soal motor ber-airbag ini.

Pertama karena dimensi motor. Tak ada masalah bagi motor turing seperti Gold Wing yang punya desain dashboard ekstra luas, mampu menampung system air bag berikut sensor kelengkapannya.

Tapi bagaimana untuk sportbike atau motor lain yang memiliki dimensi lebih ramping? Tentunya bakal makin sulit.
Oleh sebab itu munculah ide segar, yakni memasang airbag dalam jaket atau wearpack yang dikenakan rider. Seperti halnya di balap MotoGP, sebagai laboratorium pengembangan teknologi motor. Airbag tidak dikembangkan di motor, tapi pada pakaian balap (wearpack) pembalap.

Desain air bag motor memang berbeda dibanding mobil. Honda memasang tali pengikat air bag ke rangka agar saat mengembang air bag tidak lari ke mana-mana.

Honda Motorcycle Air Bag D4.

Lantas muncul pertanyaan. Apakah motor memerlukan air bag? Apalagi saat melaju kencang. Kemungkinan rider terpental pun cukup besar.

Apalagi sering muncul kasus air bag tidak berfungsi. Seperti terjadi pada recall Honda Goldwing. Sebab menurut analisa justru air bag tersebut memunculkan potensi bahaya yang lebih besar. Sebagai contoh terjadi serangkaian insiden kecelakaan pada kendaraan mobil yang berujung pada korban meninggal sebanyak 13 orang dan cedera lebih dari 100 orang akibat air bag merek Takata.

Sehingga recall pun dilakukan pada 85 juta mobil yang menggunakan Takata airbags, dan akhirnya merembet pada 2700 sepeda motor (Goldwing) di Amerika Serikat dan menyusul Australia, Inggris, Kanada dan Selandia Baru.
“Karena terjadinya depresiasi setelah beberapa lama, Airbag Inflator mungkin saja rusak. Ini bisa menyebabkan inflasi yang terlalu agresif saat airbag mengembang. Dalam beberapa kasus, bagian body Inflator bisa pecah dan menyebabkan serpihan metal menembus airbag dan mengenai pengendara. Serpihan metal ini bisa menyebabkan cedera serius pada pengendara, atau dalam skenario paling buruk, bisa menimbulkan cedera yang fatal,” begitu bunyi pernyataan ACCC (Australian Competition & Consumer Commision) atau lembaga perlindungan hak konsumen di Australia.

Namun pihak Honda Australia menepis anggapan bahaya air bag tersebut karena belum ada isu airbag atau inflator pada Goldwing di Australia bermasalah. MT4, foto : Honda