Otoinfo.id – Alasan Sebenarnya di Balik Kehadiran Umbrella Girl, dalam setiap gelaran MotoGP, pemandangan para umbrella girl berdiri di samping pembalap sebelum start adalah hal yang lazim. Meski kerap menjadi sorotan publik karena penampilan visualnya, ternyata kehadiran mereka tidak hanya soal estetika semata.
Banyak orang masih mempertanyakan, kenapa ada umbrella girl di MotoGP? Jawabannya tidak sesederhana yang terlihat. Kehadiran mereka berkaitan erat dengan sejarah, fungsi promosi, hingga nilai branding dalam dunia balap motor profesional.
Asal Usul Tradisi Umbrella Girl
Alasan Sebenarnya di Balik Kehadiran Umbrella Girl sejatinya sudah ada sejak lama. Tradisi ini dipercaya bermula dari ajang balap motor di Jepang pada era 1960-an. Seorang model ternama saat itu, Rosa Ogawa, ditunjuk untuk mendampingi pemenang balapan sebagai bentuk penghargaan sekaligus menarik perhatian media.
Kemudian pada 1983, balapan ketahanan Le Mans 24 Jam mempopulerkan konsep “grid girls” dengan menampilkan deretan model profesional di grid sebelum start. Sejak itu, kehadiran umbrella girl menjadi bagian dari atmosfer balapan tak hanya di MotoGP, tapi juga di Formula 1 dan ajang motorsport lainnya.
Fungsi Umbrella Girl dalam Balapan
Berbeda dengan persepsi umum, tugas umbrella girl sebenarnya cukup spesifik. Secara teknis, mereka berfungsi untuk:
- Memberikan perlindungan dari panas atau hujan dengan memayungi pembalap saat di grid start.
- Mewakili brand sponsor atau tim yang mereka dukung, lewat pakaian dan atribut promosi yang dikenakan.
- Meningkatkan interaksi dengan fans dan mendukung eksposur promosi lewat dokumentasi atau sesi foto.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, umbrella girl juga terlibat dalam aktivitas promosi, seperti menghadiri konferensi pers, meet and greet, hingga mendampingi brand dalam acara publik lainnya.
Branding dan Daya Tarik Visual
MotoGP adalah industri hiburan sekaligus olahraga profesional. Maka dari itu, kehadiran umbrella girl turut memberikan nilai tambah dalam hal visual branding. Dengan tampilan menarik dan profesionalisme, mereka membantu menciptakan citra yang kuat untuk sponsor maupun tim balap.
Bukan semata-mata “pajangan”, kehadiran mereka menjadi bagian dari paket presentasi keseluruhan balapan. Seiring dengan eksposur global, umbrella girl juga menjadi salah satu alat pemasaran tidak langsung yang berperan dalam meningkatkan visibilitas ajang MotoGP.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Gagal Total di MotoGP Prancis 2025, Ducati Langsung Evaluasi Besar-besaran
Kontroversi dan Kritik yang Muncul
Meski demikian, peran umbrella girl tidak luput dari kontroversi. Banyak pihak yang mengkritik kehadiran mereka sebagai bentuk eksploitasi atau pencitraan semata. Beberapa kejuaraan balap bahkan sempat menghentikan tradisi ini karena tekanan publik terkait kesetaraan gender.
Namun di sisi lain, banyak umbrella girl yang justru menganggap peran mereka sebagai profesi yang sah, dilakukan dengan profesionalisme tinggi, dan memberikan kontribusi nyata dalam industri motorsport.
Kehadiran umbrella girl di MotoGP bukan sekadar soal penampilan, melainkan tradisi panjang yang punya peran dalam branding, promosi, hingga dukungan logistik saat balapan. Dengan sejarah yang kaya dan fungsi yang jelas, peran mereka sebaiknya dilihat dengan lebih objektif dan menghargai profesionalisme yang mereka bawa ke lintasan.


