Andalkan Busi NGK SILMAR9C9 Rheza Danica Kunci Gelar Juara ARRC (AP250), Ini Penjelasannya!

Rheza Dhanica Kunci Gelar Juara AP250 Dengan Busi NGK

OtoInfo.Id-Balapan Asia Road Racing Championship (ARRC) seri kelima di Sirkuit Sentul, Bogor, Jabar akhir pekan lalu (13-14/10) menjadi momen yang membanggakan bagi Rheza Danica Ahrens. Meski finis urutan kedua, pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) ini berhasil mengunci gelar juara Asia di kelas AP250.

Rheza Dhanica Podium satu Race 1 AP250

Salah satu pendukung keberhasilan Rheza dan CBR250RR pacuannya terletak pada penggunaan busi NGK. Busi yang dipilih tim AHRT mampu memberikan performa yang mumpuni untuk Rheza melibas sirkuit Sentul. NGK sendiri sebenarnya cukup banyak mendukung tim balap di ARRC.

“NGK secara resmi sudah mendukung 2 pabrikan, AHRT dan Yamaha Factory. Untuk tim satelit juga ada beberapa salah satunya TJM,” jelas Diko Octavian selaku Technical Support PT NGK Busi Indonesia.

Adapun jenis busi yang digunakan merupakan racing competition. Tipe yang dipakai AHRT adalah R0373A-11 untuk SS600 dan SILMAR9C9 untuk AAP250. Sedangkan Yamaha hanya 1 tipe, yakni R0373A-10.

Tipe SILMAR9C9 cukup unik karena didesain khusus untuk CBR250. Memiliki keunggulan tingkat panas yang tinggi, berdampak pada terjaganya performa mesin sesuai dengan setingan yang diberikan.

“Tipe racing yang digunakan adalah long ground protected type. Secara general bentuk projected ini adalah yang terbaik dalam pengapian. Untuk tingkatan modifikasi yang rendah sesuai dengan regulasi AP250 yang tidak mengizinkan pemodifikasian berlebih,” jelas Diko.

“Untuk AHRT busi awal standarnya CBR250 seharusnya yang tingkat panasnya 8. Tapi sesuai rekomendasi HARC Pro selaku advisor technical AHRT dinaikkan 1 tingkat panas, maka akhirnya jadilah tipe SILMAR9C9,”ucap Diko.

Sedangkan, material pembentuk R0373A adalah gabungan platinum dengan iridium di kedua elektroda. Desain penampang kepalanya yang bertipe oblique elektroda membuat busi ini mampu menghasilkan api yang lebih cepat tumbuh. Lantaran inti api memiliki hambatan lebih sedikit.

Di samping itu, gasket yang digunakan berbentuk solid metal. Berbeda dengan spring gasket pada busi biasa, model ini memiliki keunggulan menaikkan efisiensi sealing yang muncul akibat adanya kebocoran gas yang terbuang dari sela-sela proses pengencangan. (FD)