ARRC 2018 AP250 : Fenomenal Bersama TJM Racing, Ini Rahasia Spesial YZF R25 Rafid Topan Sucipto!

WR Super Battery, Aki Spesial Rafid Topan Sucipto Juara

Otoinfo.id – Rafid Topan Sucipto bersama skuad Yamaha Yamalube KYT TJM WR Super Battery memang fenomenal di ajang ARRC (Asia Road Racing Championship) kelas AP250 tahun ini. Utamanya di seri final Thailand race 1, Topan sukses raih podium juara lewat kemenangan yang dramatis. Overall, rider asal Tanjung Priok, Jakarta Utara itu finish di posisi ke-3 klasemen akhir dengan total point 151. Topan yang harus absen dan kehilangan 50 poin di seri ke-3 lantaran alami kecelakaan, hanya terpaut 7 point dengan Anupab Sarmoon (Yamaha Thailand) di posisi kedua tanpa absen.

Rafid Topan dan Ade Taruna (Manager), Raih Podium Juara Seri Final Thailand

Tak hanya itu, Topan yang berpasangan dengan Anggi Setiawan juga sakses membawa tim dibawah komando Rudyanto Wijaya itu di posisi ke-2 klasemen akhir tim. Hebat! Menarik diungkap apa yang jadi rahasia spesial YZF-R25 Topan? Ternyata oh ternyata, salah satu rahasia kemenangannya yakni berkat kelistrikan yang konstan. Seperti diketahui bahwa motor berbasis injeksi sangat membutuhkan aki sebagai penyuplai listrik dan disitulah WR Super Battery memberikan kemampuannya untuk menyuplai aki.

Skuad Yamaha Yamalube KYT TJM WR Super Battry Posisi Kedua Klasemen Akhir Tim

Perlu diingat juga,selain ECU, sensor-sensor pada motor injeksi sangat membutuhkan tegangan listrik yang stabil. “Kita bicara ECU Aracer (dan ECU standar pada umumnya), sangat membutuhkan tegangan (volt) yang stabil. Nah , dengan kapasitas CCA 185, tegangan minimum yang bisa dihasiokan adalah 13,20 volt,” jelas Firman Wahyudi, marketing WR Super Battery.

YZFR25 Rafid Topan Sucipto, Suplay Arus Listrik Konstan

Nah di ARRC lalu, Rapid Topan menggunakan WR Super Battery tipe WRM 7S 7 ah CCA 185. ”Aki ini memiliki teknologi nano gel. Keunggulannya adalah mampu membuat kelistrikan sehingga kemampuan ECU motor bertambah,” tegas Firman. WR Super Battery tipe WRM 7S memiliki CCA (Cold Crangking Amps) yang tinggi. Bahkan menjadi satu-satunya aki yang memiliki CCA tertinggi di Indonesia. Dan itu menjadi kunci bagaimana arus (ampere) dan tegangan (volt) sangat stabil untuk menyuplai ECU hingga sensor.

Aki yang CCA-nya rendah akan kesulitan melimpahkan ampere yang tinggi seketika. Sehingga suplai kelistrikan dalam jangka waktu lama akan mengurangi efisiensi ECU. ”Aki yang CCA-nya rendah akan kesulitan melimpahkan ampere yang tinggi,” imbuh Firman. MT4/Wawan