Awas! Hindari Harga Murah, Ini Risiko Membeli Motor Bekas Tarikan Leasing

Awas! Hindari Harga Murah, Ini Risiko Membeli Motor Bekas Tarikan Leasing

Otoinfo – Jangan tergiur dengan penawaran motor bekas dengan harga murah, bisa jadi itu adalah motor tarikan dari leasing. Anda wajib memperhatikan hal tersebut.

Aldi, pemilik showroom Arfan Motor, sering ditawari motor bekas tarikan leasing dengan harga yang jauh lebih murah, namun dengan catatan kondisi kendaraan apa adanya.

Harga yang ditawarkan bisa sangat rendah. Misalnya, Honda BeAT keluaran 2020 yang biasanya dihargai sekitar Rp11 jutaan, bisa dijual seharga Rp5-6 jutaan atau setengah harga normal jika merupakan tarikan leasing.

Baca Juga:   Kisaran Harga Honda PCX 160 Bekas: Panduan Lengkap Sebelum Membeli

Namun, harga murah ini memiliki banyak risiko. Menurut Aldi, kondisi motor tarikan leasing biasanya tidak sebaik motor bekas biasa. Pemilik pertama sering mengganti beberapa komponen dengan yang kurang bagus sebelum motor ditarik.

“Untuk mengurangi kerugian, sebelum ditarik, pemilik sering menukar komponen yang masih bagus dengan motor serupa milik orang lain. Mulai dari bodi, shockbreaker, pelek, hingga bagian dalam mesin,” kata Aldi.

Baca Juga:   Murahnya Kebangetan! Inilah Update Scoopy Bekas 2023 Oktober

Hal ini membuat motor bekas tarikan leasing kurang diminati pedagang. Selain menurunkan citra showroom karena dianggap menjual barang jelek, unitnya juga tidak bisa dipajang.

“Saya tidak bisa menjadikan motor tarikan leasing sebagai display, jadi harus cepat dijual. Tapi saya jarang mau beli. Meskipun harganya murah, rasanya seperti membeli kucing dalam karung. Kita tidak tahu motor itu bisa hidup atau tidak,” lanjutnya.

Mendapatkan sepeda motor dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk membeli dalam kondisi baru. Beberapa diler bekerja sama dengan lembaga pembiayaan untuk memudahkan pembelian.

Baca Juga:   Wow! Harga Motor Bekas Yamaha Aerox 155 2017-2020 Bikin Anak Muda Tertarik!

Untuk pembelian kredit, leasing menawarkan berbagai skema cicilan yang menarik konsumen. Mulai dari uang muka ringan, angsuran rendah, bunga ringan, hingga berbagai promo menarik.

Selain itu, ada juga diskon atau potongan harga untuk produk tertentu. Namun, meskipun pada awalnya debitur merasa mampu melunasi cicilan motor, ada situasi yang dapat mengganggu ekonomi mereka.