Otoinfo.id – Grand Prix Catalunya 2025 menjadi salah satu momen paling mengecewakan bagi Francesco Bagnaia. Pembalap pabrikan Ducati itu harus memulai sprint dari posisi ke-21—hasil kualifikasi terburuknya dalam tiga tahun terakhir. Upaya kerasnya sepanjang sprint dan balapan utama hanya berbuah finis di posisi ke-14 dari total 18 pembalap yang bertahan.
Situasi ini menambah daftar hasil buruk Bagnaia dalam beberapa seri terakhir, setelah sebelumnya hanya mampu finis keempat, ketujuh, dan kedelapan. Rentetan ini kontras dengan performanya di awal musim, serta semakin memperbesar tekanan dengan hadirnya Marc Marquez yang tampil dominan bersama Ducati.
Risiko Besar, Hasil Tetap Mengecewakan
Dalam sesi pascabalapan, Bagnaia mengaku sudah berusaha keras hingga batas maksimal. Ia bahkan menyebut sempat tujuh kali hampir terjatuh sepanjang balapan sprint di Barcelona.
“Hari ini saya mengambil risiko kecelakaan tujuh kali. Aneh, karena tahun lalu saya jauh lebih cepat dan tidak pernah menghadapi situasi seperti ini,” ujar Bagnaia.
Meski tampil agresif, performanya justru tidak membaik. Ban belakang yang tidak bekerja optimal membuatnya melambat hingga satu detik lebih setiap putaran. Bagnaia pun mengakui balapan kali ini sangat sulit dan penuh tekanan mental.
Dampak Kehadiran Marc Marquez di Ducati
Keterpurukan Bagnaia juga diperparah dengan perbandingan mencolok dengan rekan setim barunya, Marc Marquez. Sang juara dunia enam kali telah mengoleksi 10 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint musim ini, hampir dua kali lipat poin Bagnaia.
Baca Juga: Alex Marquez Raih Pole Pertama Musim Ini dengan Rekor Lap Sepanjang Masa di MotoGP Catalunya
Kondisi ini mengubah dinamika di garasi Ducati. Jika tahun lalu Bagnaia begitu dominan dengan GP24, kini posisinya tergeser oleh Marquez yang langsung menyatu dengan motor generasi terbaru GP25.
GP24 vs GP25: Masalah Gaya Berkendara Bagnaia
Salah satu faktor yang diyakini berkontribusi pada performa Bagnaia adalah perbedaan karakter GP25 dengan motor GP24 yang membawanya juara tahun lalu. Meski enggan melakukan perbandingan langsung, ia mengisyaratkan bahwa motornya saat ini kurang cocok dengan gaya balapnya.
“Saya tidak ingin membandingkan motor lagi. Saat ini, motor yang saya miliki adalah yang terbaik. Marc melakukannya dengan sangat baik, jadi saya hanya perlu fokus memperbaiki masalah saya,” jelas Bagnaia.
Komentar ini menegaskan bahwa masalah yang dihadapinya bukan sekadar teknis, tetapi juga soal adaptasi dan kepercayaan diri.
Bagnaia Janji Tidak Menyerah
Meski terpuruk, Bagnaia menegaskan bahwa ia tidak akan menyerah. Ia menyebut dirinya seorang “pemimpi” yang selalu berharap bisa menemukan solusi setiap kali masuk trek.
“Saya tidak akan pernah menerima situasi ini sampai selesai. Jika saya punya kesempatan, saya akan selalu mencoba. Saya bukan tipe orang yang menyerah,” tegasnya.
Dengan tujuh balapan tersisa, peluang Bagnaia untuk bangkit memang masih terbuka, meski sangat sulit. Persaingan perebutan gelar kini jelas lebih berpihak pada Marc Marquez, namun Bagnaia tetap bertekad menunjukkan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan di Ducati.
MotoGP Catalunya 2025 menjadi titik rendah Francesco Bagnaia musim ini. Risiko besar yang ia ambil di lintasan tidak berbuah poin, dan perbandingan dengan Marquez semakin memperjelas jarak performa keduanya.
Kini, pertanyaannya adalah: apakah Bagnaia bisa bangkit dari keterpurukan ini, atau justru harus rela posisinya di Ducati benar-benar diambil alih oleh Marc Marquez?
