Begini Cara Baca Kode Busi Yang Benar

Otoinfo.id – Pada busi tertera nomor khusus sebagai identitas. Tiap busi memiliki nomor, huruf dan tipe yang berbeda. Juga menandakan tingkat panas dan dingin busi. Untuk membacanya pun beda, misalnya U24ESR-N. Agar bisa detail silahkan lihat kamusnya. MT4

  • W:Ukuran diameter ulir dan hex busi, U menandakan diameter ulirnya adalah 10 mm.
    16:Merupakan tingkat panas busi. Makin tinggi busi tersebut kian dingin. Artinya mudah dan cepat melepas panas. Angka kode busi biasanya mulai dari 16 sampai 37 dengan selisih yang bermacam-macam.
  • E: Adalah panjang ulir (drat). E menunjukkan kalau busi tersebut memiliki panjang ulir 19-20 mm.
  • X: Adalah tipe khusus. S menandakan kalau busi tersebut adalah tipe biasa. Ada pula tipe B yang merupakan ciri busi dengan 3 ground elektroda. X hidung insulator tipe extra project.
  • R: Adalah konstruksi dalam. R menandakan kalau busi tersebut memiliki resistan (supresor). Jika tidak ada huruf R berarti tidak memiliki resistan. Biasa digunakan pada motor atau mobil yang sudah berteknologi injeksi
  • U: Bentuk gap atau elektroda. Tipe U berarti permukaan elektroda ground ini berbentuk U. Ada juga tipe Z yang artinya ground elektroda platinum dengan model meruncing.
  • 11: Jika ada angka setelah huruf U, angka tersebut adalah gap yang direkomendasikan. Misalnya kalau tertera 11 berarti gap rekomendasi 1,1 mm. Jika busi tertera angka 9 berarti gap yang diharuskan adalah 0,9 mm, sedangkan jika 10 berarti gap busi kudu diset 1 mm.

Baca Juga : Mau Desain Knalpot Boom, Begini Caranya
Baca Juga : Ukuran Belt Bisa Tambah Performa, Berikut Tabelnya