Drag Bike Magelang 2019 (Seri 2) : Sempurna Dua Podium Juara, Ini Kuncian Matik 200 ZTM 30,8 HP

Imam ZTM, Sok RCB SB-2 Mudah Disetting

Otoinfo.id-Sempurna! Matik 200 korekan Imam Zatory punggawa ZTM Racing kunci dua podium juara sekaligus yakni pemula dan open. Fakta itu ada pada event drag bike akhir pekan kemarin (7/4) di Sirkuit Borubudur, Magelang, Jateng. Adalah Dwi AW (Klaten) dikategori pemula dan Eko Chodox (Semarang) pada kelas open, joki yang mempersembahkan tropi terhormat. Lantas apa kuncian korekan matik 200 yang mengusung bendera tim Bank BJB GBU RTP OP27 Jet Up ini?

Eko Chodox In Action (kiri) : Power Bawah Smooth Atas Kencang

Baca Juga : Gadhuro Drag Bike 2019 Magelang (Seri 2) : Nyeleneh Tapi Juara, Trik Ini Bikin Matic 200 Bank BJB GBU RTP OP27 Jet Up Konstan Podium

“Racikan profil cam yang sinkron dengan perbandingan kompresi sesuai kebutuhan 201 meter,”buka Imam ZTM yang juga sukses hadirkan riset terbaru yakni oil cooler. Yup, pada tulisan sebelumnya sudah diungkap kalo pada event ini, Imam ZTM coba aplikasi oil cooler,”Pacuan Chodox juga pakai oil cooler dan terbukti power nggak drop dan temperatur oli tetap konstan,”kata mekanik yang asli Bandung, Jabar itu.

Baca Juga : Hasil Lomba Gadhuro Drag Bike 2019 Magelang (Seri 2) : Eko Chodox On Fire, Tersulut Valentino Rossi

Eko Chodox, Podium Juara Matik 200

“Perbandingan kompresinya coba main di 14,8 : 1. Dibanding seri sebelumnya dibuat lebih rendah yakni 15,5:1. Tujuannya power bawahnya lebih smooth,”terang ZTM seraya sebut angka durasi klep 270 dan LSA 105. Power bawah yang smooth, tenaga nggak kelewat liar. Begitu yang dirasakan oleh Dwi AW dan Chodox,”Karakter motornya lebih nyaman dibanding seri sebelumnya, moment startnya juga dapat. Power atasnya juga lebih kencang,”nilai Chodox seraya sebut setting di trek GDS Klaten dua hari sebelumnya juga memberi pengaruh.

Baca Juga : Tips : Ini Rahasia, Moge 1000 cc Spek Sunmori Pencetak 6,5 Detik (201 Meter)

Karburator 32 UMA

Hasil dyno menunjukan potensi powernya 30,8 HP dan torsi 43 Nm,”Lebih rendah dibanding sebelumnya 31.5 HP torsi 52, tapi secara grafik lebih bagus. Teorinya torsi lebih kecil atasnya lebih jalan,”tukas ZTM yang mendapat arahan dari H. Rio Teguh Pribadi akrab disapa RTP dalam konsep tuningnya. Pantes! Wawan