Otoinfo.id – Francesco Bagnaia Akui Kesalahan bahwa kehadiran Marc Marquez di tim pabrikan Ducati Lenovo untuk MotoGP 2025 adalah akibat dari kesalahannya sendiri pada musim sebelumnya. Gagal meraih gelar ketiga secara beruntun, Bagnaia menyebut Ducati sengaja menghadirkan persaingan internal agar tidak lagi kehilangan gelar juara.
Bagnaia: “Saya Kehilangan Gelar Karena Kesalahan Saya Sendiri”
Pada MotoGP 2024, Bagnaia tampil kuat dan memenangkan 18 balapan, termasuk sprint. Namun, kesalahan di momen krusial membuatnya harus merelakan gelar juara kepada Jorge Martin. Pecco mengaku dirinya terlalu sering kehilangan peluang saat memimpin balapan.
“Ketika kamu memenangi 18 balapan dan tetap kalah, itu sulit dijelaskan. Tapi itu sepenuhnya salah saya,” ucap Bagnaia.
Hal ini diakui menjadi pemicu Ducati mengambil langkah besar dengan merekrut Marc Marquez, pembalap legendaris yang langsung menunjukkan performa luar biasa sejak awal musim 2025.
Baca Juga: Efek Dominasi Marc Marquez di MotoGP 2025: Ducati Diingatkan Jangan Ulangi Kesalahan Honda
Marc Marquez Langsung Moncer di Ducati
Empat seri pertama MotoGP 2025 menunjukkan betapa seriusnya keputusan Ducati. Marquez menang di empat sprint race dan tiga balapan utama, membuatnya jadi ancaman nyata bahkan bagi rekan setimnya sendiri, Bagnaia.
Meski berada di bawah tekanan, Bagnaia memahami keputusan tim. “Saya pikir ini adalah situasi yang memang Ducati coba ciptakan,” ujarnya. Iklim kompetitif ini diharapkan mendorong kedua rider untuk tampil maksimal sepanjang musim.
Target 2025: Bangkit dan Rebut Gelar Juara
Menyadari tantangan di depan, Bagnaia menyatakan tekadnya untuk bangkit dan kembali menjadi juara dunia. Meski harus melawan rekan setim sekelas Marquez, Bagnaia siap bekerja keras.
“Musim ini akan sulit. Tapi kalau saya menang melawan Marc, itu akan luar biasa. Jadi saya harus terus bekerja seperti sekarang,” tegasnya.
Baca Juga: MotoGP Spanyol 2025: Vinales Pede di Jerez, KTM Siapkan Tes Penting untuk RC16
Tekanan Jadi Pemacu Bagi Bagnaia
Kehadiran Marc Marquez di Ducati bukan hanya soal strategi tim, tapi juga menjadi refleksi dari musim lalu yang mengecewakan bagi Bagnaia. Kini, ia memandang tekanan sebagai pemacu untuk bangkit dan merebut kembali supremasi MotoGP.
Musim 2025 tak hanya menyuguhkan persaingan antar tim, tapi juga rivalitas internal paling panas di paddock: Bagnaia vs Marquez.
