Otoinfo.id – Francesco “Pecco” Bagnaia akhirnya mengakui bahwa peluang merebut gelar MotoGP 2025 dari tangan Marc Marquez hampir mustahil. Dominasi pembalap Gresini Racing itu membuat Bagnaia mengalihkan fokusnya ke target yang lebih realistis: menggeser Alex Marquez dari posisi kedua klasemen.
Saat ini, Bagnaia duduk di peringkat ketiga dengan 213 poin hasil dari satu kemenangan dan tujuh podium. Ia tertinggal 48 poin dari Alex Marquez yang berada di posisi kedua, namun terpaut sangat jauh dari Marc Marquez yang sudah mengoleksi 381 poin.
Kesulitan Menyesuaikan Motor Ducati GP25
Bagi Bagnaia, musim ini terasa lebih sulit dari perkiraan. Ia mengaku belum sepenuhnya menyatu dengan motor Ducati GP25, khususnya di sektor pengereman dan respons mesin.
Kami tahu proyek ini, meskipun saya merasa belum benar-benar memahaminya tahun ini,” kata Bagnaia kepada Crash.
“Kami sudah mencoba segalanya, tapi tidak ada yang membantu memperbaiki area itu. DNA motor ini tidak 100% sesuai dengan permintaan saya sebelumnya.”
Masalah tersebut membuat Bagnaia kesulitan mempertahankan posisi saat balapan, apalagi menghadapi lawan-lawan yang agresif di sektor pengereman.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Austria 2025 Live Trans7: Marquez Perkasa, Vinales Buka Rahasia Dominasi Ducati!
Realistis Hadapi Dominasi Marc Marquez
Bagnaia mengakui bahwa target juara dunia yang ia canangkan di awal musim kini harus direvisi.
“Kami memulai musim dengan tekad memenangkan kejuaraan, tetapi saat ini harus realistis. Sulit melawan Marc dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kini pendekatannya berubah: fokus mempertahankan konsistensi, mengurangi kesalahan, dan mengejar Alex Marquez di klasemen.
Persiapan untuk Sisa Musim dan Tahun Depan
Bagi Bagnaia, sisa musim ini bukan hanya soal perebutan posisi kedua, tapi juga momentum untuk mempersiapkan diri menghadapi MotoGP 2026.
“Kami harus memulai dari titik berbeda, mencoba mengejar Alex, lalu terus meningkatkan performa hingga akhir untuk bersiap menghadapi tahun depan,” pungkasnya.
Dengan 10 seri tersisa, peluang Bagnaia menyalip Alex Marquez masih terbuka lebar, asalkan ia mampu mengatasi kelemahan motornya dan memaksimalkan setiap balapan.
