Otoinfo.id – Seperti yang diketahui bahwa MotoGP 2023 kehilangan satu pabrikan Jepang, yakni Suzuki. Keluarnya Suzuki juga menjadi catatan bahwa Yamaha adalah satu-satunya pabrikan yang memakai mesin in-line. Sebelumnya memang kedua pabrikan tersebut yang pakai mesin in-line.
“Saya sering mendengar kalau Suzuki sudah tidak ada, Yamaha adalah satu-satunya pabrik dengan mesin in-line. Lalu saya menjawab ‘Ya, hanya kami yang memiliki keuntungan ini!’,” ucap Lin Jarvis.
Baca Juga : PSD Racing Shock Tangguh di Berbagai Sirkuit, Nur Alfath Buktikan Raih Juara di Panggona!
Menjadi sorotan karena hanya Yamaha yang pakai mesin in-line. Pasalnya semua pabrikan selain Yamaha menggunakan mesin V4, seperti Ducati, Aprilia, KTM, GASGAS, Honda.
Lin Jarvis selaku manajer tim Yamaha mengaku kalau itu tidak masalah. Tidak ada yang harus dikhawatirkan. Karena menurutnya mesin in-line Yamaha masih bisa bersaing.
Buktinya di tahun 2021 Suzuki dengan mesin in-line berhasil juara dunia, lalu dilanjutkan di tahun 2022 Yamaha yang juara dunia dengan mesin in-line.
Baca Juga : IBAS Matic Race 2023: Strategi Tepat! Callysta Jaya Borong Podium Hanya dengan 3 Motor
Namun memang tidak menutup kemungkinan bahwa Yamaha juga akan beralih ke mesin V4.
“Tapi itu akan terjadi 4-5 tahun mendatang. Karena kita tertinggal kalau bicara V4, harus mempersiapkan jauh hari. Tinggal lihat saja bagaimana regulasi teknisnya yang akan diputukan tahun 2023 ini,” pungkas Lin Jarvis. Aji
