Honda C800 1993 : Raymond Terpuaskan Dengan Kawin Silang

Puas Dengan Hasil Kawin Silang Yamaha dan Honda

Otoinfo.id – Memang kalau hasil kerja sendiri itu lebih puas ketimbang dikerjakan orang lain, dan itu yang dialami oleh Raymond yang notabene bukan modifikator motor tapi paham motor!

Tangan usilnya tidak bisa diam ketika melihat Yamaha Mio M3 yang baru ditebusnya dari teman, utak atiknya justru tertuju pada kawin silang antara Yamaha dan Honda. Kerennya lagi yang dipilih justru Honda C800 bikinan 1993. Tua banget tuh.

Baca Juga : Tren Modifikasi Bobber Tidak Ada Matinya, Berlaku Untuk Semua Usia!

Pemasangan Cakram Menjadi Pilihan Untuk Permudah Pengereman

Trend Bobber memang masih menjadi favorit kebanyakan builder Indonesia hingga mancanegara, tuh buktinya Raymond masih suka tampilan ala bobber. Makanya itu menjadi dasar modifikasinya bakal dikawinkan dengan style bobber sob.

Menurut Raymond lagi, justru tingkat kesulitan terletak pada 2 titik, yaitu pembuatan T komstir dan pemasangan velg belakang yang memang sejatinya untuk mobil tua berdiameter 7 inch.

“Pembuatan T komstir itu paling susah, karena memang musti membuat sudut kemiringan benar-benar pas. Dalam artian pas untuk digunakan riding dan pas ketika digunakan saat belok, dan kenyataannya saya musti trial and error untuk mendapatkan sudut kemiringan yang benar-benar pas,” imbuh pria berambut gondrong ini.

Baca Juga : Modifikasi Yamaha Byson 2011 (Bobber): Joko Umbaran Hasil Rebuild!

Velg Maru Selbi Bermiameter 7 inci Pas Dengan Tampilan Bobber

Beralih ke bagian kaki-kaki yang ditopang merk Maru Selbi yang sejatinya untuk mobil, dan menurut Raymond perburuan velg tersebut tidak mudah juga lantaran penjual rata-rata menjualnya harus 4 pcs bukan 2 pcs. Wajar sampeyan susah carinya bro!

“Setelah berburu di penjualan online, dapatlah velg idaman dari Jawa Tengah yang ternyata juga bisa dibeli 2 pcs, lebar velg yang saya rasa pas dengan gaya ubahan motor. Di sisi lain, pemilihan ban untuk velg terbilang mudah jadi tidak perlu ribet cari ban lagi,” ungkapnya.

Pemasangan velg ke mesin Yamaha Mio justru terbilang rumit bagi Raymond, maklum doi bukan jebolan modifikator sob. Dudukan teromol depan dan belakang benar-benar menyita banyak waktu, nyatanya modifikasi tersebut sudah menghabiskan waktu selama 6 bulan loh.

Knalpot Custom Bikin Aura Bobber makin Kental

“Tidak bisa asal bikin dudukan, karena musti bongkar pasang untuk menentukan velg benar-benar pas tidak terkena bodi atau mesin. Dan itu saya lakukan berulang kali, mulai menambah hingga memotong dudukan supaya lebih presisi saat terpasang dan digunakan untuk jalan,” bebernya lagi.

Baca Juga : Modifikasi Yamaha Scorpio (Surabaya): ‘Wisanggeni’ Beraliran Bobber

Terakhir, pemasangan part-part pendukung macam knalpot custom yang sengaja dibikin melintir justru lebih memperkuat aroma bobber. Tidak hanya itu saja, pemasangan stang jepit juga menjadi salah satu alasan kenapa setang jepit lebih pas digunakan untuk aliran bobber.

Raymond Pakai Masker Tapi Lupa Pakai Helm Bro!

“Itu stang after market, sengaja pakai setang jepit supaya aroma bobbernya makin kental jika dibandingkan dengan setang bawaan C800 jelas tidak bisa menyambung dan justru bakal tercampur aroma klasik yang terlalu kental,” kilahnya lagi.

Alhasil, penantian sekitar 6 bulan dan total menghabiskan dana sekitar 20 juta sudah terbayar puas nih sob. Siap buka bengkel modifikasi gak nih? ATH

Data Modifikasi

Velg : Maru Selbi R13, 7 inch

Ban : FDR, 140/60 – 13

Head Lamp : Variasi Honda Groom

Modifikator : Raymond Garage (+62 895-6318-61442)