Kawahara IRC IDC 2020 Wonosari (Seri 1): Blak-Blakan Yudha Erdeve, 7 Tahun Nyaris Untung Demi Buruh Racing!

Yudha Presetya (Kanan): Memuliakan Buruh Racing

Otoinfo.id-Hari ini (11/3), tepat beberapa hari jelang seri perdana Kawahara IRC IDC (14-15/3) digelar, jadi hari spesial bagi Yudha Prasetya. Apa pasal? Yup! komandan Erdeve Racing Oragnizer Indonesia (EROI) itu tengah bersuka ria merayakan hari jadinya ke-35. Pada moment spesial itu, terkirim do’a tulus dari keluarga tercinta, sahabat tersayang, juga rekan bisnis yang senantiasa saling support. Dibalik itu, portal ini punya catatan penting tentang sosok penting dibalik kiprah event drag bike yang diklaim paling bergengsi itu. Mantap!

IDC, Barometer Teknologi Balap Karapan

Baca Juga : Kawahara IRC IDC 2020 Wonosari (Seri 1): Makin Panas! Hadir MX King Pells (34 HP), Best Setting 7, 2 Detik, Wow!

Yes! Bagi pecinta drag bike tanah air, Yudha Prasetya atau akrab disapa Yudha Erdeve bukan hanya dikenal sebagai mantan joki papan atas dengan sederatan prestasi mentereng. Tapi juga identik dengan event IDC (Indonesia Drag Championship), gelaran balap trek lurus yang dinilai sebagai barometer teknologi drag 201M.

Terlebih, sejak Helmy Sungkar dan TPM (Trendy Promo Mandiri) pensiun. Memang fakta kalo joki senior sekaliber Eko Chodox menilai belum ada promotor yang bisa sejajar dengan Helmy Sungkar dan TPM, tapi fakta tak terbantahkan juga kalo Eko Chodox tak pernah absen dari IDC. Itu artinya, IDC punya gengsi dan tetap dihati. Pun begitu, Eko Chodox tetap saja memberikan kritik-kritik pedas demi kebaikan bersama. Salah satunya tentang kritik pemilihan sirkuit,”Bukan sekedar cari untung, promotor mesti perhatian sisi safety sirkuit,”kata Chodox pada saaat awal-awal IDC.

Eko Chodox, Memberi Kritik Membangun

Baca Juga : Kawahara IRC IDC 2020 Wonosari (Seri 1): Bukan Bersama HTJRT, Eko Chodox Bela Tim Baru Rasa Lama

Yes! 2020 ini adalah tahun ke-7 IDC jadi fenomena menarik di drag bike nasional. “Jujur, nggak nyangka juga kalo IDC bisa seperti saat ini. Berawal dari susahnya meninggalkan dunia balap. Meskipun dalam perjalanannya banyak suka duka, utamanya soal finansial. Kalo untung 10 bearti rugi 100. Untungnya banyak support kawan-kawan dan rasa ingin memberikan kehidupan yang baik bagi ‘buruh racing’. Itu yang bisa membuat aku bertahan sampai sekarang,”ungkapnya.

Bos Coq (Kiri), Totalitas Back Up IDCtya

 

Baca Juga: Kawahara IRC IDC 2020 Wonosari (Seri 1): Wajib Ditunggu! Pembuktian Konsistensi MX King HTJRT 7,1 Detik

“Atas dasar itu, pada tahun ke-7 ini, aku berusaha 100% aku yang jadi tombak management. Faktanya, selama 7 tahun penyelenggaraan IDC selalu hampir untung, padahal yang diinginkan hampir rugi. Hehe. Tapi prinsipnya dari awal bikin EO balap untuk lebih memuliakan buruh racing bukan sekedar dari keuntungan finasial. Pastinya, saya banyak mengucapkan terimakasih pada Bos Coq dan Bos Popy dari Kawahara Racing. Terbukti loyalitas mereka memback up EROI,”tukas Yudha Prasetya. HBD Bos! Wawan