Kemajuan Teknologi Motor Ancam Keselamatan Biker, Elig Tawarkan Rem Bermutu di Atas OEM

OtoInfo.Id-Bikers mestinya waspada dengan kemajuan teknologi di mesin kuda besi. Peningkatan tenaga dan kecepatan motor bisa membuat nafsu biker geber motornya, makin tidak terkendali. Untuk itu, perlu penanganan khusus agar kemajuan teknologi tidak menjadi bumerang bagi keselamatan dan kenyamanan pengendaranya.

Hal inilah yang jadi perhatian PT. Elig Indonesia (EI), mereka sengaja mendatangkan peranti peredam kecepatan motor bermerk Elig. Datang sebagai perusahaan jago urusan berkaitan kampas, di mobil dan motor, mereka kini fokus pada mendukung kemajuan teknologi mesin motor. Yaitu perbaikan sektor pengereman.“Sebenarnya pabrik Elig di Taiwan dan Vietnam pun memproduksi kampas kopling kevlar dan kampas kopling ganda untuk motor matic. Juga ada piringan cakram tipe fixed, dan tipe floating. Tapi, terkait semua pabrikan motor berlomba mendongkrak tenaga dan kecepatan motor mereka, Elig ingin membantu biker bisa memacu motornya lebih kencang, tapi lebih aman dan nyaman. Tentunya dengan pengereman yang lebih baik,” buka Christoper Patuwo, yang merupakan CEO Elig Indonesia.

Sertifikat

Bicara bahan, semua jenis kampas rem Elig sudah menerapkan standar non-asbestos. So pasti ramah lingkungan. Ampasnya tidak akan mencemari lingkungan hidup. “Semua bahan yang dipakai Elig, mutunya di atas part OEM. Baik itu kampas, plat besi, juga cara pemasangan kampas ke plat,” terang pria karib disapa Chris itu.

Sebagai awal, kita kenali dulu tiga tipe kampas rem dari Elig. Yaitu, ceramic premium, ceramic sport dan sinter. Seperti diungkap Christoper, Elig hadir sebagai komponen pengganti kampas dan piringan rem dan yang lebih baik dari suku cadang OEM, atau orisinal bawaan motor dari pabriknya. Intinya, kampas rem Elig memberi hal yang tidak diberikan kampas rem bawaan pabrik motor.

Tipe ceramic premium didesain untuk pemakaian harian, dengan kualitas di atas suku cadang bawaan pabrik. Versi ini mempunyai ciri warna kampas keemasan (gold, red). Dibungkus kemasan karton dengan plastik press. Chris menyebut keunggulan kampas rem Elig tipe Ceramic Premium sangat smooth, halus. Tidak ada bunyi gesekan antara piringan dan kampas. Sudah pasti pakem di segala kondisi cuaca. Karena partikel ceramic yang halus dapat menambal bagian piringan yang baret halus.

Tipe Ceramic

“Elig Ceramic memiliki fade resistance yang sangat baik. Jadi, biker nggak perlu khawatir rem jadi tidak pakem, meski melakukan sering melakukan pengereman. Selain itu, Elig Ceramic Premium juga ramah sama dompet. Kan, usia pakai doi bisa sampai 10rb km, untuk pemakaian normal,” pasti Chris. Irit banget, Bro!

Level yang lebih tinggi, adalah Elig Ceramic Sport. Yang ini dibedakan dengan warna hijau, dibungkus karton merah dan plastik press. Tipe ini paling pas buat bikers yang suka kecepatan tinggi. So pasti, performa kampas yang stabil saat pengereman.
“Saking kuatnya kampas Elig Ceramic Sport, sifatnya agresif terhadap piringan. Jadi sebaiknya, pemakaian kampas Elig tipe ini diikuti pemakaian cakram yang lebih bagus,” wanti Chris.

Tipe Sport

Produk andalan Elig yang paling joss adalah tipe sinter. Tipe ini berwarna keemasan, mirip ceramic premium. Tapi, dikemas dalam bungkus yang lebih rapat sehingga lebih menjaga mutunya, hingga saat akan dipakai. “Elig Sinter disiapkan untuk motor yang standarnya sudah bertenaga besar. Semisal di atas 250cc. Atau, motor yang mesinnya sudah di upgrade, seperti motor balap.“Intinya, tipe Sinter sangat tinggi performanya. Ini cocok untuk yang aktif di dunia balap. Beberapa tim balap nasional sudah memakai Elig Sinter. Kami pun menyiapkan tipe Sinter dalam 3 level lagi. Yaitu, Sinter Premium, Elig Sinter Premium Sport & Elig Sinter Racing,” pungkas Chris.

Tipe Sinter Berwarna Keemasan

Bicara harga, dengan kualitas di atas part ori, produk Elig terbilang ekonomis. “Untuk yang paling murah, untuk harian, harganya mulai Rp 50.000. Nilai segitu nggak seberapa dengan jaminan pengereman yang pakem, cepat, aman dan nyaman!” pungkas Chris. Murah, kan?! Mau bukti? Coba! Wawan