Kendaraan Tanpa Supir Belum Cocok Untuk Indonesia, Ini Alasannya

OtoInfo.Id-Memanfaatkan gelaran Asian Games 2018, Telkomsel sempat menghadirkan kendaraan listrik tanpa supir berteknologi koneksi 5G di bilangan Senayan, Jakarta. Kendaraan tanpa supir tersebut merupakan buatan perusahaan otomotif asal Perancis, Navya.
Sayangnya, kendaraan berbentuk kotak tersebut hanya bisa digunakan di area tertutup dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Kehadirannya pun menimbulkan pertanyaan menarik. Apakah kendaraan tanpa supir bisa digunakan di Indonesia?
“Bisa saja, hanya ada beberapa kekurangan yang harus diperbaikim” jelas Alexander Chardon selaku Bussiness Developer Navya kepada Otoinfo.id beberapa waktu lalu.
Menurut  Alexander terdapat banyak faktor yang menyebabkan kendaraan tanpa supir belum bisa diaplikasikan di Indonesia. Yang pertama adalah kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia yang belum teratur. Kondisi tersebut akan menyulitkan kendaraan itu untuk bergerak dengan lancar.
Soalnya kendaraan tersebut dilengkapi berbagai sensor yang membaca apabila ada rintangan di sekitarnya. Ketika sebuah rintangan terbaca, kendaraan akan menghentikan lajunya. Nah, di sini lah permasalahannya. Jika kendaraan tanpa supir bertemu dengan kebiasaan berkendara masyarakat yang tidak teratur, kendaraan tersebutbakal tidak bisa bergerak sama sekali.
“Kebiasaan berkendara yang menjadi permasalahan paling krusial. Bayangkan ketika kendaraan ini berjalan kemudian ada motor menyalip. Kendaraan akan membacanya sebagai rintangan, kemudian berhenti. Ini akan menyulitkan dan tidak nyaman,” jelas Alexander.
Selain itu, infrastruktur turut menjadi permasalahan baik marka jalan, lampu lalu lintas maupun jalan itu sendiri. Sektor ini harus dirapikan karena kedepannya, kendaraan tanpa supir akan bersinergi dengan rambu-rambu lalu lintas seperti lampu lalu lintas. Terlebih untuk fasilitas pengisian daya, lantaran kendaraan yang mampu mengangkut hingga 15 penumpang ini membutuhkan listrik sebagai tenaga penggerak. (FD)