Macam Ragam Sabuk Pengaman, Teryata Ada Khusus Untuk Ibu Hamil

Otoinfo.id – Sabuk pengaman keselamatan sendiri ternyata juga memiliki bermacam ragam jenis dan tipe. Nah langsung aja yuk kita simak apa saja macamnya berikut dengan kelebihan dan kekurangannya. Gondronk

Baca Juga : Yuk Mengenal Lebih Dekat Soal Seatbelt

Sabuk 2 Titik
Disebut 2 titik karena tipe ini bertumpu pada dua titik. Ada dua jenis sabuk yang menggunakan sistem 2 titik ini. Yang pertama dikenal sebagai sabuk pangkuan. Disebut demikian karena pemakaiannya yang melintang diatas pangkuan. Yang kedua adalah jenis sash yang pemakaiannya melintang melewati bahu dan ukurannya dapat disesuaikan.

Kedua sabuk tipe 2 titik ini umumnya saat ini digunakan bagi penumpang bus, pesawat terbang atau mainan anak. Untuk penggunaan mobil, sabuk jenis ini sudah sangat jarang ditemui kecuali dipasang untuk penumpang yang duduk di tengah pada barisan belakang saja.

Selain kurang mampu melindungi secara maksimal, sabuk ini juga beresiko mengakibatkan cedera benturan dan patah tulang punggung. Kegunaannya juga sangat terbatas karena sangat mudah terlepas bila terjadi tabrakan.

Sabuk 3 Titik
Sabuk ini lazim dijumpai, karena saat ini semua mobil standar pabrikan sudah dibekali dengan sabuk pengaman bawaan tipe ini. Berbentuk diagonal dan yang bertumpu pada tiga titik, sabuk ini yang paling aman dan paling umum dipakai di kendaraan roda 4 untuk penggunaan harian.

Ada dua jenis sabuk pengaman 3 titik ini. Pertama adalah manual. Artinya ukuran panjang-pendek sabuk diatur dengan menarik sabuk secara manual. Selanjutnya adalah tipe otomatis. Pengendara dapat begerak bebas, tetapi jika sabuk tertarik dengan kuat maka sabuk akan mengunci secara otomatis.

Sabuk 4, 5 dan 6 Titik (Pengaman Kompetisi)
Berbeda dengan jenis sabuk pengaman lainnya, jenis ini lebih dikenal sebagai seatbelt kompetisi. Seatbelt ini merupakan peranti khusus yang diciptakan untuk keperluan ekstrem. Yang dimaksud dengan 4 titik, 5 titik dan 6 titik sendiri adalah adalah jumlah harnes alias sabuk yang mengikat dan menahan badan.

Umumnya digunakan untuk keperluan balap dan pemasangannya dikombinasikan dengan jok racing tipe bucket seat. Struktur dan peranti jok balap ini memang dirancang sedemikian rupa khusus untuk mendukung performa pembalap. Bisa saja dipasang pada jok biasa, namun tentunya kurang maksimal.

Sabuk tipe ini juga memiliki sistem pengunci yang berbeda. Pada saat membuka, hanya dengan sekali tarikan saja semua sabuknya akan terlepas dengan cepat.

Fungsinya, “Apabila terjadi hal-hal yang tak diinginkan, pembalap dapat me-release sabuk dengan cepat atau juga di-evakuasi dengan mudah,” terang Wily Santoso, off-roader yang juga pemilik bengkel offroad Wild Auto Concept 4×4, Kudus.

Sabuk ini juga biasa disebut dengan tipe harnes karena model sabuk yang mengikat bertumpu pada beberapa titik. “Dalam kondisi terburuk misal mobil terbalik, tubuh pembalap tidak akan terhempas karena tertahan oleh sabuk tersebut,” papar Wily.

Dengan banyaknya jumlah sabuk yang mengikat, gerak pembalap akan terbatasi. Itu sebabnya meskipun memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibanding sabuk pengaman lainnya, jenis ini sangat tidak disarankan untuk penggunaan mobil harian. “Ribet dan kurang praktis,” imbuh Wily.

Sabuk Pengaman Bayi dan Anak
Berbeda dengan sabuk pengaman untuk dewasa. Sabuk pengaman untuk bayi dan anak-anak mempunyai bentuk yang berbeda. Sabuk pengaman dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak. Demikian pula sebaliknya, gunakan sabuk pengaman anak yang dipasang khusus.


Lazimnya menggunakan jok khusus yang mempunyai sabuk 5 titik yang diletakkan pada jok belakang mobil dan pemasangannya dikaitkan pada sabuk pengaman standar 3 titik bawaan mobil. Sama seperti fungsi sabuk pengaman lainnya. Sabuk pengaman ini melindungi bayi dan anak dari benturan. Selain itu desain sabuknya membatasi gerakan anak saat berada dalam mobil.

Sayangnya di Indonesia, sabuk pengaman untuk bayi dan anak-anak ini masih jarang yang menggunakan. Selain itu harganya juga relative agak tinggi sehingga jarang yang mau menggunakannya. Berkisar antara Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta, tergantung merek dan model.

Maternity Safety Belt
Untuk wanita yang sedang hamil tersedia juga seatbelt khusus untuk ibu hamil disebut yang Maternity Seatbelt. Selain berfungsi sebagai sabuk keamanan, desain sabuk ini sendiri dirancang khusus agar tidak berbahaya bagi perut ibu dan janin yang dikandungnya. Seperti misalnya bahan yang lembut, sehingga nyaman dan aman bagi ibu hamil.

Desain konstruksi sabuk ini ada dua jenis. Pertama sabuk menyilang dari paha kiri ke kanan, kemudian jenis yang kedua menyilang pada masing-masing paha (kiri dan kanan). Selain itu jenis sabuk juga dirancang dari bahan yang lembut, sehingga nyaman dan aman bagi ibu hamil.

Di Indonesia sabuk jenis ini juga masih awam dan jarang dipakai oleh para ibu hamil. Padahal bagi wanita hamil yang sedang berkendara lebih aman jika menggunakan sabuk pengaman. Kenapa, “Karena jika sewaktu terjadi kecelakaan atau karena mobil di rem dengan tiba-tiba, posisinya akan lebih aman dan terlindungi,” papar dr. Btari Sekar, yang berpraktek di RS. Bhayangkara.

Lebih lanjut dokter yang gemar olah raga ekstrim off-road ini menjelaskan, meskipun secara psikologis penggunaan sabuk pengaman memang terlihat kurang nyaman, menyiksa dan seperti terikat bagi wanita hamil. Namun sabuk pengaman sudah diuji termasuk untuk wanita hamil.