Otoinfo.id-Hasil kualifikasi Kejurnas Sport 250 Mandalika Racing Series Seri 1 (4/3) menempatkan Rafid Topan Sucipto start dari posisi ke-7. Rider senior yang membela tim LFN HP969 HDS Racing Team itu memacu Honda CBR250RR. Berdasarkan fakta di hasil kualifikasi, gap Rafid Topan Sucipto dengan Veda Ega Pratama (AHRT) terpaut jauh yakni 2 koma 470 detik. Pun begitu, rider yang identik dengan nomor start 50 itu masih dinanti daya ‘magis’ nya dengan segudang pengalaman yang dimiliki.
Baca Juga : IDC 2023 Seri 1 (Slawi) : Hari Sabtu (4/3) Sudah Panas, Perang FFA dan Herex 300 cc!
Sentuhan ‘magis’ Topan itu akan dibuktikan pada race-1 siang nanti. Dibalik ada catatan yang patut diperhatikan dari kiprah Rafid Topan pada Kejurnas Sport tahun inu. Yakni, menjadi CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali antara Rafid Topan dan Om Hawadis (HDS Racing). “Old story di Yamaha Yamalube Rafid Poppy yang membawa Topan juara nasional pemula dan awal mula korekan si Om mulai berkibar,”ungkap salah satu pengamat balap motor yang enggan disebut namanya.

Baca Juga : Mandalika Racing Series 2023: Pacu CBR250RR By Racetech, M. Alif Adamsyah Siap Kasih Lawan Tim Pabrikan
“Dengan talenta topan dan racikan mesin dari Si Om Yamaha terbukti ciamik mampu membawa Topan merajai balap Motoprix dan OMR Yamaha. Waktu itu manajernya Rafid Poppy yang notabene adalah kakak kandung Topan. Berlanjut di ajang ARRC lewat team CKJ Motorsport yang membawa Topan juara Asia di kelas UB 115. Komunikasi yang sudah terjalin lama akan memudahkan proses dan progress setting motor karena sebagai mekanik senior pasti Si om paham apa maunya Topan. Juga dengan pengalamannya Topan balap di ajang internasional akan sangat membantu ‘bike set up’,”lanjutnya.
Baca Juga : Jaga Kualitas Layanan, Teknisi Honda Ikuti Uji Kompetensi
“CNC porting memudahkan kerja mekanik dan data teknis lebih mudah didapat dari pergaulan antar mekanik. Apalagi makin kesini teknologi pengapian elektronik makin easy to use. Sehingga memudahkan mekanik dalam mengeset motor. Tinggal fine tuning dan faktor dewi fortuna aja menentukan hasil akhir. Yang penting kalo support dan parts aman dijamin progressnya membaik. Kalo soal Topan sudah terbukti reputasinya dari beberapa gelar nasional dan internasional yang menunjukkan talentanya. Walau soal umur akan jadi handycap diantara gempuran talenta-talenta muda berbakat. Intinya CLBK ini hanya butuh penyesuaian yg singkat dan semoga hasilnya maksimal,”bebernya.
“Apalagi bendera yg dibawa sudah jelas, ‘Team Sultan’. Topan dan Om sama-sama perdana di Mandalika. Gak ada alasan untuk kalah. Collect data nggak butuh waktu lama kok sekarng. Data sirkuit bisa di download. Telemetri bisa dipelajari dari youtube. Hehe. Basic bike set up OK tinggal cari fine tuning di sirkuit based on masukan dari pembalap. Harusnya tim punya ahli suspensi dan body sendiri, yang menangani khusus body. Jai tim teknis mesin bisa lebih fokus kerjanya,”tukasnya. GaspolWawan

