Marc Marquez: Tantangan Baru untuk Ducati di MotoGP 2025

Marc Marquez Tantangan Baru untuk Ducati di MotoGP 2025

Otoinfo.id – MARC Marquez, pembalap yang tidak diragukan lagi kehebatannya di dunia MotoGP, telah menetapkan tantangan bagi tim Ducati Lenovo dan Francesco Bagnaia untuk musim balap 2025. Keputusannya untuk pindah ke tim pabrikan Ducati Lenovo setelah hanya satu tahun bersama Gresini Racing, tim independen Ducati, memperlihatkan ambisi dan determinasinya untuk terus bersaing di puncak.

Pada MotoGP 2024, Marquez dan Bagnaia sudah menunjukkan bahwa persaingan di antara mereka di lintasan balap bisa sangat intens. Mereka saling bersaing ketat di beberapa balapan, termasuk di Spanyol, Prancis, dan Portugal. Insiden bersenggolan di MotoGP Portugal yang menyebabkan Bagnaia gagal finis menunjukkan betapa kompetitifnya keduanya.

Baca Juga:   Bagaimana Francesco Bagnaia Geser Marc Marquez di MotoGP Italia 2024 dan Mengubah Permainan Klasemen! Simak Detailnya di Sini!

Pindahnya Marquez ke Ducati Lenovo tidak hanya mengubah dinamika tim, tetapi juga menimbulkan potensi konflik internal. Marquez dengan tegas menyatakan bahwa persaingan seharusnya terjadi di lintasan balap dan bukan di dalam garasi tim. Pernyataan ini mencerminkan sikap profesionalisme dan fokusnya yang ingin memastikan atmosfer tim tetap kondusif meskipun ada persaingan yang ketat di trek.

Baca Juga:   Rumor Menguat: Pramac Racing Dapat 2 Motor Pabrikan Ducati untuk Musim 2025-2026

Tak hanya itu, Marquez juga mencatat bahwa Bagnaia belum secara langsung mengucapkan selamat kepadanya atas kepindahannya ke Ducati Lenovo, meskipun CEO Ducati Claudio Domenicali telah melakukannya. Hal ini menunjukkan dinamika interpersonal yang menarik di dalam tim besar seperti Ducati, di mana rivalitas di lintasan bisa mempengaruhi hubungan di luar sirkuit.

Baca Juga:   Drag Bike 2020: Perang Bebek 200 Injeksi, MX King Aben Racing Setting Sentul,Time?

Sebagai pembalap yang telah meraih gelar juara dunia sebelumnya, Marquez tidak hanya dikenal dengan kemampuannya dalam mengendarai motor dengan cepat dan presisi, tetapi juga dengan strategi psikologisnya yang cerdas. Kemampuannya untuk ‘merebut’ kursi tim pabrikan Ducati Lenovo dari Jorge Martin, yang sebelumnya dianggap sebagai pilihan utama, menunjukkan bahwa Marquez tidak hanya mengandalkan kecepatan di lintasan tetapi juga kecerdasan strategis di luar trek.