Otoinfo.id – R15 bernomor start 22 milik Fahmi Basam menarik dibedah setelah pembalap LFN HP969 tersebut sukses meraih gelar juara nasional NS150 cc dua tahun berturut-turut, 2025-2026.
Di balik pencapaian tersebut, Raza alias Bang Subur, mekanik LFN HP969, menyebut penggunaan gear ratio TRAstar dan sprocket Koizumi. Menariknya, Teguh Rahardjo, aktor sentral di balik kedua brand tersebut, memberikan gambaran mengenai material dan proses manufakturnya.
Lalu, apa yang menarik dari dua komponen tersebut?
TRAstar: Rasio yang Bertemu dengan Material
Dalam motor balap, gear ratio tidak berdiri sendiri. Perbandingan gigi harus disesuaikan dengan karakter mesin, power band, RPM dan kebutuhan sirkuit.
R15 menggunakan transmisi enam percepatan. Namun, jumlah gigi dan racikan rasio yang digunakan pada R15 Fahmi tidak dipublikasikan.
Menurut Teguh Rahardjo, gear ratio TRAstar menggunakan SCM415 roundbar dengan proses carburizing. Kedalaman pengerasan disebut mencapai sekitar 0,5 mm, dengan kekerasan permukaan sekitar 60 HRC.
Kenapa Carburizing Penting?

Carburizing membuat lapisan permukaan baja memiliki kekerasan tinggi, sementara bagian inti tetap membutuhkan toughness.
Pada gear, kombinasi tersebut penting karena permukaan gigi menerima beban kontak berulang saat tenaga mesin diteruskan. Jadi, pembahasan TRAstar bukan hanya soal berapa perbandingan giginya, tetapi juga bagaimana material dipersiapkan menghadapi beban kerja.
Koizumi: Ringan, tetapi Permukaannya Diperkuat
Berbeda dengan gear ratio, sprocket Koizumi menggunakan pendekatan material aluminium.
Teguh menyebut materialnya aluminium alloy 6061-T6 dengan proses hard anodizing. Lapisan permukaannya disebut sekitar 20-30 mikron, dengan hardness mendekati 55 HRC berdasarkan data yang diberikan.
6061-T6 dan Hard Anodizing
Aluminium menawarkan bobot lebih ringan dibandingkan baja. Sementara hard anodizing digunakan untuk meningkatkan kekerasan dan ketahanan permukaan.
Menariknya, kedalaman lapisan ini jauh berbeda dengan pengerasan TRAstar. Sekitar 20-30 mikron pada Koizumi berbanding sekitar 0,5 mm pada gear TRAstar.
Namun keduanya tidak bisa dibandingkan hanya dari angka hardness karena material dan prosesnya berbeda.
Rahasia Sebenarnya Ada di Racikan Mekanik
Bang Subur dan Teguh sama-sama memberikan satu petunjuk penting: jumlah gigi dan racikan masing-masing mekanik tidak bisa disamakan.
Artinya, TRAstar dan Koizumi adalah hardware. Karakter motor tetap ditentukan oleh bagaimana mekanik mengombinasikan gearbox, final drive, mesin dan kebutuhan sirkuit.
Sprocket lebih besar secara prinsip membuat gearing lebih pendek sehingga akselerasi lebih responsif, tetapi kecepatan teoritis pada RPM yang sama ikut berubah.
Sebaliknya, gearing lebih panjang membutuhkan kemampuan mesin untuk menarik rasio tersebut.
Dari Dua Gelar Nasional, Muncul Satu Pertanyaan
Dua gelar nasional Fahmi Basam tidak bisa dikaitkan hanya dengan gear ratio atau sprocket. Rider, mesin, chassis, suspensi, ban dan mekanik bekerja sebagai satu sistem.
Namun, data TRAstar dan Koizumi memperlihatkan bahwa detail kecil di balik R15 nomor 22 layak diperhatikan.

TRAstar bermain pada SCM415 dan carburizing. Koizumi mengandalkan 6061-T6 dan hard anodizing. Sementara Bang Subur menerjemahkan keduanya menjadi karakter motor di lintasan.
Dan satu bagian masih menjadi teka-teki: berapa sebenarnya racikan gear ratio dan sprocket yang digunakan R15 Fahmi Basam untuk mengunci dua gelar nasional 2025-2026?


