Meski Rins Mengancam, Rossi Masih Anggap Pembalap Ini Yang Favorit Juara Dunia MotoGP

Marq masih diunggulkan

Otoinfo.id-Nama Marq Marquez memang tidak ada di balap motoGP Austin beberapa minggu lalu, dirinya terjatuh sehingga tidak bisa melanjutkan balap.

Dan itu membuka pintu bagi Alex Rins yang berhasil mematahkan dominasi Marq di Austin dengan kemenangan 6 kali berturut-turut. Dengan kegagalan Marq menjuarai Austin, ada nama Andrea Dovisiozo yang menjadi pemimpin puncak klasmen sementara, yang disusul Valentino Rossi di urutan ke 2.

Desmo Dovi hanya unggul 3 poin diatas Valentino Rossi, dan Alex Rins berhasil menguntit duo Italy itu di urutan ke 3 dengan bekal 49 poin.

Baca Juga : Ada Satu Pembalap Lagi Yang Masuk Daftar Waspada Untuk Rossi Musim Ini

Rossi masih merasa Marq musuh terberatnya

Kembali ke Marq yang gagal finish, dirinya masih tertinggal 9 poin dibawah Dovi. Itu artinya Marq masih berpeluang besar di perebutan gelar juara dunia musim ini.

Melihat itu, Rossi pun berkata sama perihal perebutan juara dunia musim ini. “Jika Marq menang di Austin kemarin, itu artinya dia berada jauh di depan rival-rivalnya. Setidaknya ada 4 nama pembalap dengan 4 motor yang berbeda,” bilang juara dunia 9 kali ini.

Baca Juga : Klasemen MotoGP 2019 Pasca Austin: Dovi Overtake, Rossi Kedua, Marquez Melorot

Namun, dengan jatuhnya Marq di Austin membuat angin segar bagi pembalap lainnya. Dengan begitu perebutan juara dunia 2019 membuat akhir pekan lalu menjadi lebih hidup.

“Ini bagus, tapi kita harus katakan bahwa situasinya hanya seimbang karena Marq terjatuh, kalau tidak Marq bakal memimpin jauh di depan,” tambah pembalap Urbino Italy lagi.

Meski begitu, ditengah gempuran Dovi dan Rins nama Marq masih diperhitungkan oleh pembalap bernomor start 46 tersebut. Menurutnya justru masih menjadi favorit juara dunia.

“Marq masih favorit, dia akan menang kemarin jika tidak terjatuh di Austin,” puji Rossi.

Sementara itu, Marq melontarkan frustasinya usai gagal meraih podium di Circuit og the America (COTA). Trek yang begitu dikuasainya justru menjadi petaka bagi pembalap Spanyol tersebut.

“Menjengkelkan rasanya membuang 25 poin di sirkuit favorit saya, tapi beda 9 poin saya masih ada harapan untuk mengambil akih klasmen lagi,” keluhnya. ATH