Otoinfo.id – Mike Leitner, bos tim Red Bull KTM dipertanyakan perihal pemilihan Dani Pedrosa untuk menjadi test rider KTM RC16. Mengingat dari segi fisik Dani Pedrosa yang di bawah rata-rata rider MotoGP, justru akan membuat kerugian ketika menjadi test rider pengembang. Dani memiliki bobot 51 kg, 9 kg lebih ringan dibanding rata-rata bobot rider MotoGP.
Namun soal kekeliruan pemilihan Dani Pedrosa menjadi test rider KTM, Mike Leitner langsung menampiknya. Justru menurut Mike Leitner, pemilihan Dani menjadi sisi krusial untuk pengembangan motor dan sangat menguntungkan.
Ternyata Mike Leitner pernah menjadi crew chief Dani Pedrosa mulai tahun 2004-2013. Dengan bobot ringannya, Dani sangat presisi dalam membuat setting motor dan pengembangan. “Orang bebas untuk berpikir soal ini sesuai keinginannya. Tapi satu hal yang sangat jelas, terutama soal beratnya. Dani sangat bekerja keras untuk mencari setting yang sangat presisi agar bisa kompetitif dengan rider lain. Ini adalah fakta dan sangat positif untuk seorang test rider,” jelas Mike Leitner.
Sebagai contoh adalah bagaimana Dani melakukan set-up suspensi agar ban bisa berada pada temperatur optimal. Pasalnya, dengan bobot Dani yang ringan, dia bisa melakukannya dan kompetitif dengan rider lain.
Bahkan menurut Mike Leitner, Honda RCV yang ditunggangi Casey Stoner dan Marc Marquez merupakan basis dari pengembangan dari motor Dani Pedrosa.
“Jadi tidak ada banyak pengembangan yang diperlukan ketika Casey dan Marc masuk Honda. Faktanya, Casey dan Marc justru memulai dari motor yang dikembangkan oleh Dani Pedrosa. Hal itulah yang membuat saya percaya diri bahwa Dani akan melakukan pekerjaan hebat bersama KTM,” tutup Mike Leitner. Jadi itu dia alasannya. MT4
Baca Juga : MotoGP: Marquez Pindah Yamaha? Ini Dia Jawabannya
Baca Juga : MotoGP: Ini Dia Penyebab Aprilia Sulit Berprestasi
