MotorPrix 2018 Wonosari (seri 3) : Membongkar Rahasia MX King Oryza, ‘Bandung Bondowoso Vs Batman’!

Spirit Of Bandung Bondowoso Vs Batman

OtoInfo.Id-Tiga seri sudah MotorPrix (MP) Jawa digelar, dari mulai Purwokerto, Jateng (1/4) berlanjut ke Subang, Jabar (15/4) dan akhir pekan lalu di Wonosari, Yogyakarta (13/5). Dalam tiga pertarungan itu, Syamsul Arifin yang membela tim Yamaha Yamalube Oryza Nissin IRC DID KYT konsisten meraih point di dua kelas seeded yakni MP 1 (150 cc) dan MP2 (125 cc). Catatan portal ini, pada seri perdana di Sirkuit GOR Satria, Purwokerto, Jateng, Syamsul podium ketiga di MP1, lanjut di Sirkuit Gerry Mang, Subang, Jabar podium kedua di MP2 dan sukses dipodium puncak MP1 di Sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Yogyakarta. Dalam konteks ini, tim asal Ternate, Maluku Utara yang menjajal kekuatan Jawa ini kasih bukti progress signifikan. Terlebih, ini kiprah perdana skuad Oryza bersama pabrikan Yamaha.

MX King Oryza, Head Hand Made

Menarik dikulik lebih mendalam rahasia korek MX King bernomor start 91 itu. Portal ini menyebut cerita ini seperti kisah ‘Bandung Bondowoso dan Batman’. Kenapa begitu? Ikuti saja. “Jujur ini mesin baru. Rabu malam headnya baru jadi dan Kamis langsung reyen. Rada pusing juga karena Sabtu nggak ada latihan,”buka Bima mekanik yang juga mantan pembalap nasional era tahun 2000-an itu. Kisah ini macam saktinya Bandung Bondowoso yang mampu membuat 100 candi dalam semalam. Hehe,”Set up lebih utamakan kenyamanan rider daripada mengejar power dan torsi,”kilah Bima seraya menyebut hasil dynonya menunjukan 30,5 HP dan torsi 18 Nm. Angka yang lumayan besar bila dikonversi ke mesin dyno yang lain.

Membakar Semangat

“Diamter porting 31/29 mm, flownya nggak terlalu besar (90 cfm) karena klep 23/21,”sebut Bima yang andalkan sok belakang Add Suspension itu.Untuk mengkur aliran gas seger yang masuk Bima punya flow Bench sendiri,”Kita memang punya dyno (Rextor) dan flow Bench sendiri (Superflow), jadi proses riset juga lebih fokus,”tegas Bima seraya bilang headnya adalah ‘hand made’ alias masih belum pakai CNC porting. Kalo belum, bisa jadi akan coba CNC porting yang lebih efektif dan presisi.Head gress itu didukung dengan mapping ECU aRacer RC Super yang optimal,”AFR 12:1 dengan sudut pengapian tertinggi di 33° dan flowrate 190,”ungkapnya. Pastinya, tak hanya mesin, komponen lain juga ikut mendukung macam knalpot yang andalkan Proliner dan ban IRC Fasti2 yang performanya jagoan di suhu permukaan aspal mencapai 65°C.

M. Ghifari : Batman Ultimate Evil

Spirit ‘Bandung Bondowoso’ itu makin terbakar dengan hadirnya ‘Batman’. Wew! ,”Yup, sengaja hadir langsung untuk memberi motivasi pada tim. Alhamdulillah, hasilnya positif dan yang paling penting adalah proses. Optimis bila hasil tak mengingkari proses,”kata M. Ghifari selaku pemilik tim. Nah, kebetulan juga owner tim dengan profesi pengusaha dan politisi ini gemar mengikuti kisah super hero ‘Batman’, salah satunya kisah Batman Ultimate Evil. Jadilah Bandung Bondowoso Vs Batman! Wawan