
Otoinfo.id – Hukuman penalti 20 detik yang diterima oleh Veda Ega Pratama dari Kontingen DIY di Pra PON XXI Cabang Olahraga Balap Motor yang berlangsung di Sentul Kecil beberapa waktu yang lalu menimbulkan perdebatan. Perdebatan tersebut memang menjadi polemik. Nah konteks itu lantas direspon tegas oleh Race Direction.
Baca Juga : Terjangkau! KYB Hadirkan 4 Shockbreaker Model Baru Dengan Kualitas Apik
Dijelaskan oleh H. Eddy Saputra selaku Deputy Olahraga Motor PP IMI bahwa perlu dibedakan antara Race Directon dengan Race Director. “Kalo Race Direction itu terdiri atas 3 pihak, yakni IMI Delegate, Race Director dan Perwakilan Penyelenggara. Jadi Race Director itu bagian dari Race Direction. Race Director sebagai pimpinan RC (Racing Committee), tetapi keputusan yang diambil adalah keputusan bersama (Race Direction,”ungkapnya seraya menyebut anggota Race Direction yakni Eddy Horison (Race Director), Eddy Saputra (IMI Delegate), Donny Mahardjono (Perwakilan Penyelenggara).

Baca Juga : MotorPrix 2023 Palopo (Seri 2): Perdana Tarung, Gunung Selatan Racing Team Kasih Kejutan Bersama Bocah Jin
Lebih lanjut hukuman penalty yang dijatuhkan ke Veda Ega itu sehubungan dengan masalah riding style dirinya. Yang disebut membahayakan rider disampingnya. Terlepas dari itu semua, sebenarnya riding style ketika belok ke kanan dan kaki kiri terangkat guna mengimbangi motor itu dipakai jika memang tidak ada pembalap di sampingnya.

Kondisi yang terjadi disebut mengintimidasi lawan disampingnya, karena memang ini terjadi saat race bukan saat latihan atau kualifikasi. Jadi hukuman diberikan sudah sesuai regulasi yang ada, tidak semata-mata diberikan begitu saja karena riding style yang tidak sesuai. “Gaya balap pembalap yang normal adalah ketika menikung ke kanan, maka kaki kanan yang di turunkan untuk keseimbangan. Bukan sebaliknya, menikung ke kanan kaki kiri dikeluarkan ke arah lawan yang berada di sampaingnya,”tukas H. Eddy Saputra yang langganan jadi juri FIM dalam balap Asia Road Race. Aji/Wawan
Nah, dibawah ini jawaban lengkapnya dari Race Direction :
Manuver pembalap dengan sengaja atau tidak sengaja, mengeluarkan anggota tubuh (tangan dan kaki, dll) yang mengarah ke pembalap lain yang berada didekatnya, akan dikenakan sanksi tanpa mesti ada surat protes yang masuk sekalipun.
Karena itu dapat terkesan mengintimidasi, (menimbulkan rasa kuatir) atau membahayakan pembalap lain. Kecuali pembalap tersebut mengeluarkan anggota tubuh untuk alasan keseimbangan atau alasan lainnya saat tidak ada pembalap lain di sampingnya atau berada jauh dibelakangnya.
Gaya balapan yang normal itu, ketika belok kanan, maka kaki kanan yang diturunkan untuk alasan keseimbangan. Bukan sebaliknya yang membahayakan.
Kalau ada gaya atau style balap tertentu, silahkan digunakan pada saat latihan atau ketika saat tidak ada pembalap di samping atau berada jauh di belakangnya . Pembalap diwajibkan menjaga style balapnya yang tidak membahayakan pembalap lainnya saat melakukan manuver di dalam track.
Keputusan diambil oleh race direction yg terdiri dari IMI delegate, race director dan perwakilan penyeleggara.

