Otoinfo – Ketika kita memasuki lorong sejarah motor sport 2 tak di Indonesia, tak terbantahkan bahwa Suzuki RGR series memiliki tempat yang istimewa di hati para penggemar. Merupakan motor sport fairing 2 tak yang membuat terobosan pada tahun 1990, Suzuki RGR memulai debutnya dengan mengusung mesin berkapasitas 150 cc.
Saat itu, belum ada pesaing sepadan yang menawarkan spesifikasi serupa. Yamaha dengan RZR135-nya masih menggunakan mesin 135 cc dan suspensi belakang tipe double shock. Namun, Suzuki RGR maju dengan suspensi belakang tipe monoshock, memberikan keunggulan tambahan pada performa dan kenyamanan berkendara.
Generasi pertamanya, dikenal sebagai RGR Sprinter, menampilkan desain fairing setengah dan stop lamp ala Suzuki RC. Tahun 1992, Suzuki memperkenalkan versi RGR Crystal dengan desain fairing full dan stop lamp mirip Suzuki Crystal.
Tak berhenti di situ, inovasi terus dilakukan dengan merilis generasi ketiga RGR pada 1995. RGR Jumbo atau RGR Tornado, hadir dengan desain yang lebih bongsor dan firing yang lebih bulat.
Mesin 2 tak berkapasitas 147 cc dengan pendinginan udara menjadi jantung dari Suzuki RGR. Meskipun tenaganya terbilang lebih kecil dari kompetitornya, mesin ini memiliki karakteristik unik.
Bobot ringan dan responsif membuat akselerasinya terasa lebih responsif di putaran RPM bawah. Teknologi Suzuki Supercavening System yang disematkan meningkatkan performa motor.
Jadikan artikel ini sebagai panduan untuk merenungkan kejayaan dan pesona Suzuki RGR 150 yang telah memukau banyak penggemar motor di Indonesia. Otoinfo.
More Stories
Knalpot ABRT20 Karya Mantan Joki Drag Bike, AB Bendol yang Melejit di Balap dan Harian
Astra Otoparts Hadirkan ULTI X Untuk Pasar Komponen Racing dan Sport, Ada Brake Pad, Velg dan Gir-Rantai
Sensasi Touring ke Tuntrum Gasblok Kawasan Borubudur, New PCX 160 Tunjukkan Taringnya Bersama Media dan Influencer