Review Produk Busi NGK Platinum :1.100 km Mesin Tetap Enteng

Otoinfo.id – NGK G Power menggunakan platinum atau platina sebagai bahan elektroda. Unsur kimia berlambang Pt ini memiliki sifat sebagai penghantar listrik yang baik dan tahan suhu tinggi. Disebutkan bahwa NGK G Power mampu memberikan tambahan power terhadap mesin. Otoinfo.id membuktikan pengujian sepanjang 1.100 km.

Berbekal NGK G Power berkode BKR6EGP untuk Suzuki Baleno, NGK G Power diset gap busi 1 mm. angka itu adalah rekomendasi dari pabrikan Suzuki yang berkisar antara 1-1,1 mm. Kelar dipasang, langsung engine start dan suara mesin terdengar halus. Lihat tachometer digital bawaan Suzuki Baleno Next G, sama sekali tidak naik turun. Stabil pada putaran 700 rpm. Bahkan vacuum pun cukup tinggi, biasanya berada pada rentang 20-22 in.hg, kini mencapai 23 in.hg. Artinya, isapan mesin kian kuat. Suhu mesin pun relative stabil pada angka 80-90 derajat celcius.

Gap busi diatur sesuai rekomendasi pabrik 1-1,1 mm

Nah, rute Surabaya – Purwokerto kini melalui jalur Pantura, via Semarang dan Wonosobo dengan alasannya jalurnya bermacam-macam, mulai jalan rata hingga tikungan pegunungan dekat Dataran Tinggi Dieng.

Dalam kondisi jalan rata, mesin enteng digeber hingga 80 km/jam. Bahkan saat masuk tol Semarang, angka 120 km/jam sangat mudah diraih.

Lepas tol Semarang dengan exit Ungaran, rute selanjutnya adalah melalui Bandungan menuju Temanggung. Kelokan dengan tanjakan cukup curam menghiasi rute tersebut.
Penggunaan busi NGK G Power membuat power mesin tidak ngoyo saat melihat tanjakan. Bahkan masih cenderung ringan.

Tingkat vacuum meningkat, suhu mesin lebih stabil

Saat melakoni perjalanan Surabaya – Purwokerto otoinfo.id menghadapi 2 waktu yang berbeda, yakni siang dan malam. Pada kedua kondisi tersebut, performa mesin nyaris tanpa perubahan. Siang malam karakter dapur pacu tetap enteng.

Yang mengeherankan adalah konsumsi bahan bakar. Walau melaju sedikit lebih kencang dari biasanya, penggunaan bensin justru lebih irit. Menggunakan busi non-platinum, konsumnya 1 liter untuk 12,5 km, sedangkan ketika berganti busi platinum menjadi 1 liter untuk 13,77 km. Terdapat selisih yang cukup lumayan.

Jarak Surabaya-Purwokerto dan kembali ke Surabaya menempuh total 1.100 km. Uniknya walau sudah mengalami perjalanan dengan rute yang berlainan, mesin masih saja tetap ringan seperti menggunakan busi baru. MT4, foto : Pandora