Seminar FIM CCR 2019 : Sukses dan Ini Catatan Pentingnya

Peserta Seminar dan Paul Duporc

Otoinfo.id-Seminar FIM 2019 CCR (Circuit Racing Commission Clerk Of The Course/Sporting Steward) telah sukses dilaksanakan dan resmi ditutup oleh Anondo Eko, Ketum IMI DKI (17/3) kemarin di Sentul International Circuit, Bogor, Jabar. Diikuti 14, termasuk 3 perwakilan dari India, seminar ini menghadirkan Paul Duporc sebagai pemateri dari FIM Commission of Circuit Racing Cordinator.

Seminar ini diadakan sebagai bagian dari program FIM Academy Seminars 2019. Menjadi kebanggan adan kesempatan langka, IMI DKI menjadi penyelenggara seminar ini. Lantas apa yang jadi catatan penting dari agenda kerjasama IMI DKI Jakarta dan Management Sirkuit Sentul ini?

Baca Juga : IMI DKI Adakan Seminar FIM Academy (Clerk of the Course & Sporting Steward) di Sentul

“Utamanya adalah Untuk menjembatani kebutuhan lisensi internasional bagi para pelaku otomotif terutama di dunia balap sirkuit,”ungkap Poppy Senduk ketua panitia seminar dari IMI Provinsi DKI. Memang sih, dari 14 peserta yang mengikuti seminar ini didominasi pelaku-pelaku senior seperti Farid Sungkar, Dian Dilato, Irawan Sucahyono, Dani Sarwono, Saraswati Mulyono, Sigit Widianto.

“Merasa sangat penting seminar ini, untuk mengetahui update terbaru terkait regulasi balap motor di bawah FIM. Dan, untuk mendapat lisensi sebagai COC untuk event regional Asia dan Asia Tenggara,” catatan Dani Sarwono, yang biasa menjadi COC di SIC dikutip dari mobilinanews.com. Hal serupa juga diungkapkan oleh Saraswati Mulyono, pelaku  balap senior,”“Sebagai contoh, tahun lalu tidak ada MotoE, sekarang ada,” ungkapnya.

Paul Duporc dan Anondo Eko

“Kegiatan ini bermanfaat bagi kegiatan balap tanah air. Karena regulasi pasti berkembang setiap tahunnya dan saya melihatnya positif dan para tokoh otomotif mengikuti seminar ini dan dari negara tetangga juga mengikuti. Kami dari IMI DKI dan tentu saja seluruh panitia berharap ke depan bisa lebih banyak menyelenggarakan seminar internasional sebagai wadah pembinaan dan pengembangan olahraga dan dunia otomotif pada umumnya,” ujar Ando Eko turut memberi catatan.

“Saya betah disini, karena masyarakat Indonesia terkenal ramah. Komunitas otomotif di negeri ini pun sangat antusias dengan berbagai kegiatan otomotif sehingga membuat segala sesuatunya jadi lebih mudah,” tukas Paul mengakhiri catatan penting.  Wawan