Tiga Srikandi P-TRAC RMS ASL: Dominasi dan Catatan Prestasi di Indonesia Hard Enduro 2022

Tiga Srikandi P-TRACK RMS ASL : Cindi Murf (Kiri): Berharap Jadi Kelas Utama

Otoinfo.id-P-TRAC RMS ASL bukan sekedar sukses meraih gelar ‘The Best Team’ di Indonesia Hard Enduro (IHE) 2022. Tim yang diback up sepenuhnya oleh H. Rusdi Masse (RMS) dan duo Ashari dan Ashary ASL juga terbukti totalitas mendukung IHE tahun ini. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah dengan menurunkan pembalap hampir disemua kelas yang dilombakan. Termasuk juga kelas Women Enduro salah satu supporting class yang mulai mencuri perhatian.

Baca Juga : Indonesia Hard Enduro 2022 (Final): Ovi Sopian (P-TRAC RMS ASL), Full Senyum The Best Local Open

Tak tanggung-tanggung, tiga pembalap sekaligus diturunkan yakni Neng Dolis, Cindi Murfs dan Gia Ulfa. Hadirnya tiga srikandi P-TRAC RMS ASL itu mampu menghidupkan kompetisi women enduro yang pertama kali dihadirkan sejak seri 2 (Yogyakarta). Yup! IHE tahun ini menyuguhkan tiga seri dan akhir pekan lalu (3-4/12) di Jangulee Rock Garden, Sumedang, Jabar sebagai seri final.

Baca Juga : Indonesia Hard Enduro 2022 (Final) : Fakta The Best Team P-TRAC RMS ASL: Semangat Kebersamaan dan Totalitas Bos Tim

“Misi utamanya adalah menghidupkan kompetisi di setiap kelasnya, termasuk kelas wanita. PTRAC RMS ASL memberikan kesempatan kepada para pembalap wanita untuk bisa mengaktualisasikan potensi mereka di trail enduro,”ujar Andi Ahmad Wijaya Chandra akrab disapa Chandra RMS yang juga sebagai Ketua P-TRAC (Priuk Trail Adventure Club).

Baca Juga : Hasil Indonesia Hard Enduro 2022 (Final): Ewako! P-TRAC RMS ASL Cetak Sejarah, Raih Predikat The Best Team

Nah, salah satu srikandi P-TRAC RMS ASL yang cukup menonjol adalah Cindi Murfs. Pembalap enduro wanita asal Bandung itu merasa senang dan bangga bisa ikut IHE dan jadi bagian dari keluarga P-TRAC RMS ASL. “Ikut enduro sudah sejak 2020, tapi tahun ini punya kesempatan main di IHE bersama P-TRAC ASL. Bagi saya, ini bukan hanya tim yang besar tapi juga kuat secara kekeluargaan. Apresiasi yang diberikan ke pembalap juga oke. Mudah-mudahan tetap konsisten untuk memberikan ruang pengembangan potensi,”ujar Cindi Murfs yang sudah sejak umur 15 tahun bermain balap garuk tanah (grasstrack).

Baca Juga ; Yamaha Enduro Challenge 2022 Selesai Digelar, Tahun Depan Lanjut?

Cindi Murfs juga memberikan catatan dan harapan untuk IHE tahun depan,”Animo pembalap wanita di kelas women enduro mulai meningkat. Mudah-mudahan tahun depan bisa jadi salah satu kelas utama dan bukan lagi sekedar supporting class,”tukasnya. Mantap! Wawan