Tips: Efek Seting CO Motor Injeksi Setelah Ganti Knalpot Racing

Otoinfo.id – Buat pemilik motor injeksi pasti akrab dengan sebutan CO atau karbon monoksida. Terutama untuk motor merk Yamaha, sering diperbincangkan soal seting CO. Angka CO dari pabrikan standart-nya yakni angka 0, namun bisa diseting dikurangi ataupun ditambah sampai angka 30. Itu untuk motor Yamaha Vixion, MX-King dan lain-lain.

Seting CO biasanya dilakukan setelah penggantian knalpot racing, itu karena knalpot racing sifatnya lebih free flow. Seting CO ini kalau di motor karburator sama halnya dengan seting spuyer.

Baca Juga : Tips: Bikin Tarikan Karbu Vakum Lebih Nendang, Begini Caranya!

“Ada baiknya CO diposisikan pada angka 5 sampai 15. Setingan itu sudah cukup enak, langsamnya pun enak. Ruang bakar jadi lebih basah sedikit,” kata Andi, mekanik dari dealer Yamaha Lancar Langgeng, Banjarnegara, Jateng.

Perlu diketahui juga jika terlalu tinggi angka CO maka akan ada akibatnya. Menurut Andi lebih tinggi angka CO maka semakin boros. Karena penyemprotan bahan bakar juga jadi lebih banyak.

“Akibatnya jadi boros, putaran bawahnya juga kurang stabil. Tapi itu semua tergantung dengan selera,” ucapnya.

Baca Juga : Yamaha Lexi Community Indonesia (YLCI) Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadhan

Yup,  Jika berlebihan bahan bakar nanti busi jadi hitam. Tapi jika terlalu sedikit atau seting CO dibawah 0 maka sebaliknya, busi jadi putih dan kepanasan. Bisa berakibat fatal. So, lebih diperhatikan lagi ya. Oh ya, tidak semua motor bisa seting CO. Jika tidak bisa seting CO bisa pasang yang namanya piggyback. Aji