Tips : Ketahui Kerusakan AC Mobil Lewat Pengukuran Tekanan Freon

OtoInfo.Id-Seiring pemakaian pendingin kabin (AC) mobil akan mengalami penurunan kinerja. Tak sedikit komponen yang akan mengalami penurunan kualitas sehingga membuat upaya pendinginan kabin menjadi menurun. Oleh karena itu perawatan rutin perlu dilakukan. Namun, apabila terlanjur terjadi kerusakan, Anda sebenarnya bisa melakukan deteksi dengan menggunakan alat pengukur tekanan freon. Dengan mengukur tekanan, Anda bisa memperkecil dugaan komponen yang mengalami kerusakan.

Menurut teknisi dari Kikijaya Airconindo-Denso di bilangan Radio Dalam, Jakarta Selatan, tekanan freon terbagi menjadi dua yaitu low dan high. Saluran tekanan rendah sendiri berfungsi mengalirkan freon bertekanan rendah dari evaporator menuju kompressor. Sedangkan saluran tekanan tinggi akan mengalirkan freon bertekanan tinggi dari kompressor menuju evaporator.

“Kalau saluran tekanan rendah ukurannya antara 15 sampai 25 psi. Kalau tekanan tinggi (high) berada di antara 150 sampai 200 psi normalnya,” jelas teknisi kepada Otoinfo.id.

Apabila tekanan rendahnya meningkat dari batas normal berarti ada kemungkinan freon berlebihan atau kompresornya kurang kompresi. Hal tersebut terjadi akibat tekanan freon berlebihan sehingga akan memutus arus listrik magnetic clutch yang membuat kompressor tidak akan bekerja. Jika dipaksakan bekerja, AC tidak akan menghasilkan suhu dingin, sekaligus membuat kerja mesin menjadi lebih berat.

Sedangkan apabila saluran tekanan tinggi berada di bawah batas normal, bisa jadi penyebabnya akibat kondensor sehingga menghalang freon untuk bersirkulasi. Motor kipas yang mati juga daoar menjadi penyebab tekanan tinggi tersebut mengalami penurunan.

Sebab lainnya adalah kurangnya freon, hal itu akan membuat maka saklar yang terdapat pada komponen ac tidak terhubung dan relay magnetic clutch sehingga menyebabkan kompresor ac mati atau tidak berputar. (Fd)