Yamaha Endurance Festival 2018 Sentul : Bermodal Proliner dan RCB, Meski Tak Diunggulkan Reza Reinaldy dan Naufal Ali Beri Ravens15 Trofi!

OtoInfo.Id-Menarik menyimak sukses duet Reza Reinaldy dan Naufal Ali pada balap ketahanan Yamaha Endurance Festival (YEF) 2018 di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jabar akhir pekan lalu. Mereka bukan duo unggulan di kelas Komunitas 150cc. Tapi pemilihan komponen pendukung yang dipakai Yamaha R15 besutan mereka di balap ketahanan lah yang berbuah trofi.

Duet yang membela tim komunitas Ravens15 ini memang bukan yang terbaik di kelas Komunitas 150. Mereka cuma mencetak 24 lap dengan waktu terbaik ke-5. Empat teratas kelas ini milik pasangan Sugiartono – Sulthan Hunafa (YROI), diikuti Rivan Ledoh – Denny Saputra (YR15CI), lalu Radityo Wibisono – Imam Fajarie (Ravens15) dan Khanafi Kurniadi – Yahya Nofiansyah (TROW).

Toh, diakui Agus Priyanto, si manajer, sukses ini jauh lebihi perkiraan banyak orang. Salut! Apalagi, di kualifikasi, gabungan best-lap keduanya cuma terbaik ke-8 dari 14 pasangan yang turun. Agus pun akui, itu berkat taktik tepat mengatur siapa rider yang turun, dan berapa berapa lama ia berputar.

Selain itu, “Saya akui, modal mereka ada di pilihan komponen penunjang performa motor, saat persiapan. Itu justru kunci kemenangannya,” tegas bujang karib disapa Agay, yang juga wakil ketua umum komunitas Ravens15 itu.

Jauh sebelum balap, sebagai senior, Reza minta kepastian soal ketahanan mesin dan keamanan motor. Yang ini sudah diatasi oleh jaminan oli Ipone dan rem Elig. Pilihan pada oli Ipone Stroke 4 menjamin mesin tahan panas, meski digeber lama di putaran tinggi. Rem Elig tipe NUCAP NRS juga jadi jaminan pakem dan tahan panas.

Giliran performa mesin dan kenyamanan motor, pilihan duet Reza – Naufal, harus sesuai regulasi kelas komunitas yang mengadu motor standar. Makanya, modal mereka simpel. Cuma knalpot Proliner untuk dongkrak power dapur pacu 150cc. Juga sokbreker dan footstep dari Racing Boy (RCB) buat kenyamanan saat balap sejam.

“Knalpot Proliner sudah saya pakai sejak ikut di Yamaha Sunday Race 2017 hingga sekarang. Jadi sudah kenal karakter dan performanya. Tenaganya naik drastis, tapi peningkatannya halus. Ini bagus buat pemula kayak Naufal,” urai Reza yang berstatus mahasiswa semester 5, jurusan Ilmu Politik, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.

Apalagi, diakui Agay juga, komunitas Ravens15 dapat knalpot khusus, suport dari Proliner. Desainnya berbeda, dari knalpot yang ada di pasaran. “Dari leher, bodi, sampai ke silencer beda. Kita dikasih kesempatan men-dyno di Proliner. Power naik sekitar 2 DK lebih. Tinggal seting CO dan kerapatan klep untuk keperluan balap ketahanan selama sejam,” ungkap Agay.

Modal kenyamanan, Reza juga tak salah pilih. Footrest RCB gak cuma keren dilihat. Selain ringan dan kuat, juga nyaman dipijak. “Pakai footstep RCB, Aku ngerasa posisi duduk pas. Jadi nggak canggung saat pindah posisi mau belok atau lurus,” komentar Naufal yang masih pelajar kelas XI SMA Taruna Mandiri, Tangerang Selatan.

Lalu, sokbreker RCB tipe S-Line pun memadai dan sesuai regulasi kelas komunitas. Menurut Reza, RCB S-Line, harga terjangkau tapi mutunya mumpuni. “Setelan rebound sokbreker RCB S-Line benar-benar berfungsi. Juga mudah diubah, sesuai mau saya dan Naufal. Saya sangat terbantu,” pungkasnya.

Ternyata, modal sederhana! Kuat, tahan, nyaman, membawa hasil maksimal! Ones