Apa Sih NGK Busi Berbahan Iridium Itu?

Otoinfo.id – Salah satu produk NGK Busi yang jadi andalan adalah tipe iridium. Jelas soal harga di atas busi biasa. Namun soal daya tahan dan kemampuannya, jauh di atas busi standar. Lantas apa kelebihan NGK Busi berbahan iridium?

Jadi begini. Selain gap busi, diameter elektroda turut berperan besar dalam mengantarkan arus listrik antara elektroda pusat dengan elektroda ground. Nah dengan bahan iridium, permukaan elektroda pun sangat memungkinkan menggunakan diameter kecil.

Baca Juga : Dynotest Busi Iridium Pahe, Hasilnya Power Tetap Naik
Baca Juga : Review Produk Busi NGK Platinum :1.100 km Mesin Tetap Enteng
Baca Juga : Kenapa Busi Baru Tidak Boleh Langsung Dipasang?

“Selain berpengaruh dalam proses pembentukan api yang dapat terus membesar untuk mengurangi efek quenching, penggunaan elektroda kecil dapat mengurangi pemakaian listrik (sparking voltage),” jelas Diko Octaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia.

Tabel hubungan diameter elektroda dengan kebutuhan tegangan

Anggap saja busi A menggunakan diameter elektroda 2 mm, untuk memercikan api dengan gap 1 mm, dibutuhkan tegangan 10.000 volt. Sedangkan busi B dengan diameter elektroda hanya 0,8 mm dengan gap yang sama yakni 1 mm hanya membutuhkan 7.000 volt saja.

Padahal pada tegangan yang dihasilkan koil adalah tetap. Sehingga jika menggunakan tegangan koil yang sama, otomatis inti api pada ujung elektroda akan cepat membesar. Efeknya, percikan akan dengan mudah menembus kabut bensin di ruang bakar.

Selain dari sisi performa, busi iridium mampu menahan panas yang cukup tinggi. Wajar saja, karena bahan iridium mampu menahan panas yang sangat tinggi. Umumnya busi jenis iridium sering digunakan pada mesin-mesin yang sudah memiliki performa tinggi. Rata-rata sudah dimiliki oleh mesin-mesin generasi terbaru baik motor maupun mobil.
Selain itu durability busi berbahan iridium, sangat bagus dan anti karbon fouling (mengurangi penumpukan karbon di ujung busi). MT4