Cukup Pakai Alat Sederhana Bisa Bikin Pembersih Injector Sendiri

Otoinfo.id – Saat ini kendaraan bermotor khususnya roda dua terbaru hampir seluruhnya sudah dibekali  komponen injector yang bertugas mengubah bensin menjadi partikel kabut. Nah, seperti halnya motor yang masih menggunakan karburator, komponen injector ini harus rutin perawatan dan dibersihkan.

Biasanya ada aturan atau rekomendasi untuk pembersihan injector tersebut. Misalnya harus dibersihkan setiap 10.000 kilometer sekali. Tujuan dibersihkan sendiri untuk menghilangkan endapan sisa pembakaran.

Nah, disini kita akan kasih tips membuat alat pembersih injector yang murah meriah dan bisa dilakukan siapapun. Bermodal flasher sein, kabel dan aki saja, pembersih injector ini bisa dibuat. Dadang, selaku pemilik bengkel Saka Jaya Motor ini yang punya ide untuk membuat alat pembersih injector sendiri.

Baca Juga : Tips : Cara Bikin Suzuki Satria FU Bertenaga 35 DK, Gojek Bertenaga Badak

“Jadi awalnya terinspirasi dari alat-alat utama yang ada dan digunakan untuk membersihkan injector di dealer atau bengkel resmi,” ungkapnya.

Alat yang diperlukan pertama adalah siapkan flasher sein yang bisa disetel ritmenya. Bisa juga pakai relay. “Lalu kabel-kabel yang disambungkan ke flasher, dari flasher ke terminal injector. Setelah itu sambung min ke min aki. Untuk aki yang dipakai bebas, tapi lebih baiknya aki yang memiliki ampere besar seperti aki Vario, FU dan lain-lain,” jelas Dadang.

Baca Juga : https://www.otoinfo.id/gadhuro-drag-bike-2019-magelang-seri-2-riset-silincer-mini-ninja-ffa-bank-bjb-gbu-rtp-op27-jet-up-tercepat-penyisihan/

“Alasan pakai flasher sein yang bisa diatur ritmenya biar ritme buka tutup solenoid tidak cepat panas mengikuti ritme standar motornya. Setelah semua terpasang dan berjalan lancar barulah semprot cairan pembersih injectornya,” imbuhnya lagi.

Dadang menjelaskan kalau cara ini lebih praktis, murah dan aman. “Praktisnya kita pakai flasher sein yang bisa diatur agar ritme buka tutup solenoid juga bisa diatur. Dan untuk alat yang dipakai bisa dibeli dengan harga murah, flasher yang bisa diatur ritmenya paling mahal 20 ribu, dan 5 ribu buat beli kabel-kabel saja. Kalau dibilang aman ya bisa jadi, soalnya tidak ada konslet. Semua tergantung kekuatan flasher saja, kalau flashernya mati tinggal beli lagi aja,” tutup Dadang, yang membuka bengkel di Jalan Raya Gemuruh-Pucang, Banjarnegara, Jateng. Aji