NARKOBA KEJAHATAN HEBAT MERUNTUHKAN MARTABAT

OtoInfo.Id-Ada hal menarik dari kiprah H. Musa Rajekshah saat aktif dan memimpin organisasi otomotif Sumut maupun sebagai atlet otomotif. Bagi Bang Ijeck-sapaan akrabnya-otomotif adalah salah satu wadah yang tepat untuk mengkampanyekan anti narkoba. Bukan sekedar retrorika, tapi terbukti nyata dalam upaya menyelematkan generasi muda dari jerat narkoba. Atas peran aktifnya itu, Bang Ijeck raih penghargaan sebagai tokoh masyarakat anti narkoba. Salut! Lantas secara khusus seperti apa pandangan Bang Ijeck terhadap narkoba di Sumut?

Bang Ijeck, Otomotif Wadah Yang Tepat Mengkampanyekan Anti Narkoba

Narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) adalah masalah global, lintas negara. Tidak ada satu negara di dunia ini yang tidak menghadapi masalah itu, sehingga penanganannya memerlukan kerjasama internasional, terintegrasi satu sama lain, karena sindikatnya antar negara.

Demikian dikatakan tokoh pemuda H Musa Rajekshah (Ijeck), dalam Konferensi Masyarakat Anti Narkoba Indonesia Sumut, yang diselenggarakan oleh Gerakan Anti Narkoba (GAN) Indonesia, di Hotel Emerald Garden, Kamis (3/5/2018).

Hadir dalam acara tersebut, antara lain penyelenggara Sibolangit Centre HM Kamaluddin Lubis, praktisi hukum Ibeng S Rani SH, H Hamdani Harahap SH, MH (GRANAT), serta unsur Gerakan Anti Narkotika (GAN) Indonesia Dr Zulkarnain Nasution, Ditserse Narkoba Poldasu, serta Direktur Rehsos Napza Kementerian Sosial Drs Waskito Budi Kusuma MSi.

Ijeck In Action : Sprint Rally

Menurut Ijeck, dengan situasi serta kondisi demikian itu, maka penanganannya perlu kerjasama internasional yang terintegrasi satu sama lain, karena sindikatnya pun melibatkan sindikat antar negara. “Presiden telah menetapkan bahwa Indonesia sekarang dalam keadaan darurat narkoba, dan Kapolri menyampaikan masalah narkoba adalah extra ordinary crime. Keadaan ini membutuhkan penanganan yang holistik dan simultan dengan melibatkan peran serta masyarakat,” ujar Ijeck yang dalam kesempatan itu diberikan penghargaan sebagai tokoh masyarakat Sumut anti narkoba.

Bang Ijeck Dekat Dengan Ulama (Ustadz Abdul Somad)

Tanpa peran serta masyarakat, kata Ijeck, masalah narkoba tidak akan pernah bisa diatasi, sehingga dengan konferensi ini sangat diharapkan peran serta masyarakat semakin menguat dan menunjukkan hasil positif, khususnya di Sumatera Utara.

“Berdasarkan data terakhir Badan Narkotika Nasional atau BNN, Sumatera Utara berada pada urutan kedua penyalahgunaan narkoba dengan persentase 3,06 persen dari jumlah penduduk Sumut. Kalau penduduk Sumut 15 juta jiwa, maka yang telah terpapar narkoba sekitar 450 ribu orang,” tuturnya.

Bang Ijeck (Tengah); Dekat Dengan Kalangan Otomotif

Dengan jumlah yang sedemikian banyak itu, menurut Ijeck, diperlukan masukan dari rekan-rekan pengelola rehabilitasi, baik medis maupun sosial, seperti Sibolangit  Centre yang sudah 18 tahun khusus merehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba.

Ijeck menuturkan, Informasinya di Sumut  ada sekitar 45 lembaga menangani pecandu narkoba atau Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM). Dengan demikian diharapkan dapatlah diberdayakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.Wawan