Kejurnas Dragbike Cicangkal – Bogor (Seri 1): Peserta Digoyang Regulasi, RCB Malah Tenangkan Motor Agar Tidak Liar (Video)

Kejurnas Swallow Dragbike Region 2 Digoyang Regulasi

OtoInfo.Id-Kejurnas balap motor trek lurus, yang bertajuk Swallow Drag Bike 2018 memang masih bergoyang liar dari sisi regulasi. Namun, musim ini, sudah banyak kemajuan dari para pelakunya. Dragbiker dan mekanik, justru mulai menemukan obat agar laju kuda karapan mereka di lintasan lurus sepanjang 201 meter, lebih tenang.

Melihat putaran pertama kejurnas Swallow Drag Bike 2018 Region 2 memang miris. H. Bahrudin, promotor event dari Bodisa Motorsport, mengaku 4 kelas kejurnas hanya meraup 34 starter. “Peserta kejurnas sangat sedikit, kalau dibandingkan peserta kelas non-kejurnas yang totalnya 700 starter. Rata-rata pembalap dan tim masih goyang liar, belum bisa terima dengan regulasi pendaftaran tim dan pemakaian ban tunggal,” urai H. Bahrudin yang jadi penyelenggara kejurnas yang digelar di Lapangan Terbang TNI AU, Cicangkal, Bogor.

Ketika peserta kejurnas kaparan motor goyang liar, justru dragbiker dan mekanik menemukan obat jitu penangkal keliaran kuda pacu. Banyak dari mereka yang mulai menggunakan sokbreker racing after-market untuk menenangkan motor saat start. Salah satunya, sokbreker Racing Boy alias RCB yang diyakini bisa mengurangi keliaran motor.

sokbreker Racing Boy alias RCB yang diyakini bisa mengurangi keliaran motor.

Ini diakui oleh Rudy Irawan, manajer tim RDV Racing Shop. Tim asuhan Rudy menurunkan 4 Mio di kelas 200cc bracket 8 detik, 9 detik dan mekanik di Kejurnas Swallow Drag Bike, Sabtu-Minggu (22-23 April) lalu. Salah satu motornya yang turun di kelas mekanik, menggunakan sokbreker RCB tipe SB2 Series.
“Baru kali ini kami coba pakai sokbreker aftermarket khusus balap. Sebelumnya, tim kami cuma mengandalkan sokbreker standar yang dimodifikasi. Setelah coba pakai sokbreker RCB, jokinya ngaku, saat latihan start, motor lebih tenang. Setelah jalan juga, ngga melayang-layang saat pindah gigi,” terang Rudy Irawan.

Persis pengakuan sang joki, Risky Hidayat. “Dulu, kita harus kerja keras untuk mengendalikan motor saat start. Motor terasa liar, roda belakang banyak spin. Jujur, setelah pakai sokbreker RCB, sekarang saya jadi lebih pede saat start. Memang masih ada spin dikit, mungkin hanya kurang seting,” timpal Risky, yang menikmati ketangguhan sokbreker RCB SB2 Series di kelas bracket mekanik 9 detik. Risky pun meraih best-time ke-7 di kelasnya. Waktunya bisa lebih cepat 0,3 detik dari catatan sebelumnya.

Bisa Mangkas Waktu 0,3 Detik

Hasil baik akibat pakai sokbreker RCB SB2 Series diamini oleh Santo Gunawan alias Akam. Mekanik kawakan di jalur lurus ini tegas menunjuk sokbreker sudah jadi kuncian untuk mengatasi tenaga besar motor karapan. “Banyak yang belum sadar pentingnya sokbreker di motor drag. Banyak yang masih andalkan sokbreker standar yang dimodifikasi. Padahal, motor drag nggak bisa cuma andalkan sokbreker keras. Justru rebound juga sangat penting,” papar Akam saat dijumpai di event kejurnas di Cicangkal.

Lebih jauh Akam juga mengintip spek sokbreker RCB SB2 Series yang dipasang di motor Risky sudah mencukupi kebutuhan motor drag. Apalagi harganya terhitung terjangkau kantung. “Speknya udah mendukung dragbike. Sudah ada penyetel kompresi dan rebound. Tinggal atur kekerasan kompresinya dan reboundnya diatur selambat mungkin, supaya motor tidak liar,” lanjut Akam yang juga ungkap niat turun di arena resmi dragbike.

Sedikit ilmu dari Zuheri Azmi, pawang sokbreker dari bagian riset dan pengembangan RCB, menyetel sokbreker RCB untuk drag bike lebih mudah. “Karena trek lurus saja, kunciannya justru saat di start. Setelan compress harus sesuai dengan bobot joki, tambah sedikit supaya lebih keras untuk mengimbangi power mesin. Kalau reboundnya, diatur selambat-lambatnya, agar tidak mantul-mantul,” pungkas pria yang akrab disapa Bang Goy itu.

So, sudah saatnya dragbiker mikirin peranti kejut untuk memperbaiki start! Satu