Otoinfo.id-Kejurnas Sprint Rally (Seri 3) di Sirkuit Puslatker TNI AL Lawang, Malang (22-23/7) mencatatkan 152 peserta ambil bagian dalam beberapa kelas yang dilombakan. Angka partisipasi yang spesial sebagai tanda sprnt rally kembali bergairah. Adalah Bintang Automotif sebagai promotor yang notabene diisi oleh orang-orang yang juga aktif sebagai pelaku langsung. Alhasil, promotor yang lebih aspiratif jadi salah satu alasan kembali tingginya antusias peserta.

Baca Juga : Puccetti Racing Cemas! Kawasaki Terancam Kehilangan Posisi di WSBK 2024 Mendatang
“Setiap event yang dibuat selalu berusaha menghadirkan hal-hakl baru dan coba lebih menerima apa yang jadi masukan peserta. Seperti di seri 3 ini, trek dibuat lebih panjang untuk lebih menantang dan menarik. Itu pun salah satu aspirasi dari peserta, besar harapan kejurnas sprint rally kembali bergairah. Seri 3 ini animo peserta sangat tinggi dan spesialnya lagi dibanding seri sebelumnya, kali ini lebih banyak pembalap dan tim papan atas yang ikut serta,”ujar Eryanto Subaktiawan akrab disapa Tanto sebagai pentolan Bintang Automotive.

Baca Juga : LFN Sederhana Motorsport Dominasi (SS 1-2) di Kelas Paling Bergengsi Kejurnas Sprint Rally Malang (Seri 3)
Selain Tanto, juga ada 4 aktor lain yang banyak terlibat dibalik suksesnya event ini,”Kita semua punya background yang sama yakni pelako langsung (pembalap), jadi apa yang jadi keluhan peserta kita bisa ikut rasakan,”ungkap Tanto seraya bilang bahwa dukungan sponsor juga makin spesial. H. Putra Rizky Bustaman (LFN SEderhana Motorsport) dan Bimo Pradikto (Banteng Motorsport) sepakat untuk kasih apresiasi atas kerja apik promotor. “Inilah trek impain untuk sprint rally, paling penting lagi kebersamaan dan semangat guyub antar peserta lebih berasa,”nilai Bimo Pradikto yang turun di kelas M2 dengan navigator Joshi Meyer Hutapea.

Baca Juga : Bagnaia Keluhkan Jumlah Ban, Efek Format Baru Latihan Bebas MotoGP
Rifat Sungkar dengan segudang prestasi dan pengalaman di motorsport ikut membeberkan beberapa kiat dibalik gembali meningkatnya animo peserta. Bahwa dibukanya kelas standart (F1, F2, F3) adalah untuk memancing animo peserta,”Spek standart dan tidak banyak ubahan yang ekstrim, jadi secara budget pun lebih terjangkau. Selain itu, coba mendiskusikan agar promotor juga tidak over tombok dan kapok. Makanya, ada beberapa hal yang dilakukan perubahan seperti pendaftaran dinaikkan dan tanpa hadiah uang. Hal-hal yang memberatkan promotor di eliminasi, peserta pun di dengar aspirasinya,”tukas Rifat Sungkar. Mantap! Wawan
