Mitsubishi L300! Pickup Badak yang Tetap Laris Meski Berwajah Jadul, Efisiensi Bahan Bakarnya Mencengangkan!

Mitsubishi L300! Pickup Badak yang Tetap Laris Meski Berwajah Jadul, Efisiensi Bahan Bakarnya Mencengangkan!

OtoinfoMitsubishi L300 telah menjadi mobil niaga yang paling laris di Indonesia, dan reputasinya tetap kuat selama lebih dari 40 tahun. Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuannya dalam menjaga kepercayaan konsumen dengan terus mengadopsi teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Mengandalkan mesin 4N14 yang telah memenuhi standar EURO 4, Mitsubishi L300 dikenal sebagai kendaraan yang sangat hemat bahan bakar, sehingga sangat cocok untuk dijadikan armada bisnis. Lantas, seberapa hematkah sebenarnya konsumsi bahan bakar dari pickup legendaris ini?

Baca Juga:   Toyota Etios Valco: Mobil Hatchback Terjangkau dengan Banyak Kelebihan yang Terlupakan

Dalam pengujian yang dilakukan, Mitsubishi L300 dengan muatan penuh menempuh jarak 200 km hanya dengan biaya bahan bakar sebesar Rp140 ribu. Dengan harga bio solar atau solar busuk sekitar Rp6.800 per liter, maka dengan Rp140 ribu dapat memperoleh lebih dari 20 liter bahan bakar.

Ini berarti konsumsi bahan bakar Mitsubishi L300 sekitar 1 liter untuk setiap 10 km ketika dalam kondisi muatan penuh. Untuk penggunaan umum, konsumsi bahan bakarnya bahkan bisa mencapai 14-15 km per liter.

Baca Juga:   Mengintip Harga Terjangkau Motor Honda di Segmen Bebek Bulan Maret 2024, Cocok Jadi Pilihan Menjelang Ramadhan!

Selain itu, keunggulan lain dari Mitsubishi L300 adalah kemampuannya untuk menggunakan bio solar atau solar busuk. Hal ini tentu memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna dalam memilih jenis bahan bakar. Kemudahan lain yang ditawarkan adalah ketersediaan suku cadang yang melimpah.

Suku cadang untuk standar EURO 2 dan EURO 4 bisa digunakan secara bersamaan, sehingga pengguna tidak perlu khawatir akan kesulitan dalam mencari suku cadang. Mesin 4N14 yang digunakan pada Mobil tersebut dilengkapi dengan sistem common rail, intercooler, dan turbocharger.

Baca Juga:   Rahasia Keunggulan Yamaha F1Z-R 2024: Motor Bebek 2 Tak yang Kembali Jadi Primadona!

Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 40 persen, tetapi juga memberikan tenaga yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan niaga. Dengan penghematan bahan bakar yang signifikan, biaya operasional dapat ditekan sehingga lebih ekonomis bagi para pelaku bisnis.