Mau Pakai Nitrogen, Baca Dulu Deh Sejarahnya

Coba perhatikan di SPBU, kini makin lengkap karena sudah tersedia fasilitas pengisian ban menggunakan nitrogen. Bahkan tambal ban pinggir jalan pun kini sudah banyak menyediakan pengisi ban berbahan nitrogen.
Nah, lantas seberapa hebatkah menggunakan nitrogen untuk mengisi ban? Apa keuntungan yang diraih dan kira-kira apa kerugiannya? Mari runut sejarahnya terlebih dahulu. MT4

Sejarah Nitrogen
Mari kita mulai dari sejarah. Nitrogen (N2) berasal dari kata bahasa latin Nitrum dan bahasa Yunani Nitron yang berarti pembentukan.

Nitrogen ditemukan pertama kali oleh seorang fisikawan, kimiawan sekaligus ahli botani berkebangsaan Skotlandia, Daniel Rutherford pada tahun 1772. Dipelajari oleh ahli kimia dan ahli fisika lainnya seperti Joseph Priestley, Carl Wilhelm Scheele dan Henry Cavendish.

Sejak abad 18 nitrogen sudah dipelajari secara detail. Karena sifatnya yang unik , membuat fisikawan Perancis, Antoine Lavoisier menyebutnya dengan nama azote yang berati tak bernyawa.

Beda Nitrogen di Udara & Nitrogen Murni
Seperti diketahui udara yang kita hirup di Bumi ini terdiri dari bermacam-macam gas. Seperti Nitrogen (N2) mengisi kurang lebih 78% atmosfer bumi. Kemudian Oxygen (O2) 21%, Argon (Ar) 1% dan sisanya adalah gas lain.
Artinya saat kita mengisi ban dengan udara biasa, sudah banyak mengandung nitrogen. Lantas apa bedanya dengan nitrogen khusus ban?

“Sebenarnya sama saja. Hanya tingkat kemurniannya yang berbeda. Udara biasa hanya mengandung 78% nitrogen, sedangkan di tempat pengisian nitrogen untuk ban bisa mencapai 99,5%,” terang Ahmad operator pengisian nitrogen untuk ban di salah satu SPBU Surabaya ini.

Artinya nitrogen yang digunakan untuk mengisi ban, tetap diambil udara bebas. Diisap dan kemudian dipisah pada alat yang bernama nitrogen generator. Tingkat kemurniannya berada diantara 95% (low purity) sampai 99,9% (high purity). “Ditempat kami, kemurniannya mencapai 99,5%,” lanjut Ahmad.