MotorPrix 2018 Wonosari (Seri 3): Tanding Strategi ‘Panas’ di Gading!

Sirkuit Lanud Gading Wonosari (2017), Trek Panas 39 derajat

OtoInfo.Id-Seri 3 MotorPrix (MP) region Jawa bakal digelar akhir pekan ini di Sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Gunungkdul, Yogyakarta (12-13/5). Cerita region Jawa, maka bicara gengsi diatas gengsi. Skill terbaik dan teknologi unggulan bakal diadu disini. Wajar bila pertarungan di Jawa diklaim sebagai region ‘panas’.  Makin jadi ‘panas’, dengan kondisi sirkuit Lanud Gading yang memang diprediksi temperaturnya bakal panas. Dari catatan Widya Krida Laksana, chief mechanic Yamaha Bahtera Racing,”Tahun lalu suhu aspal mencapai 60°C,suhu trek 39°C  temperatur mesin MX King sekitar 85°C, Z1 125°C. Butuh ketahanan mesin, ban dan stamina rider,”ungkap Gendut alias GDT-sapaan akrab meknik asal Mojokerto, Jatim itu.

Widya ‘GDT’ Krida Laksana, Trek aspal 60 derajat celcius

Ini yang bikin menarik, tanding strategi dalam kondisi serba panas. Termasuk reporter portal ini harus bisa bersiasat,”Bawa payung buat berteduh, kacamata hitam biar nggak silau, pakai baju jangan yang tebal-tebal, persediaan air minum yang cukup jangan sampai dehidrasi,”saran Onggo Mototech, mekanik yang ikut kawal skuad Honda Kawahara dengan rider andalan Boy Arbi. Wew..kok Mr. Ong’s bukan cerita mesin?,”Seperti juga Subang kemarin, kalo suhu panas mesti mapping yang tepat. Salah satunya AFR atau Air Fuel Rationya mesti turun, missal biasanya 12:1 jadi 11,8:1,”kata Mr. Ongs yang Sonic 150R pacuan Boy kampiun di seri 2 Subang, Jabar beberapa waktu lalu. Klik lagi, https://www.otoinfo.id/motorprix-2018-subang-seri-2-race-mp1-milik-sonic-150r-boy-arbi-ditolong-mapping-mr-ongs/.

Mr. Onsg’s, Turunkan AFR

Yup, Anto Fast Tech pwang Fast Tech Racing Team meungkap hal serupa,”Kalo mengacu tahun lalu, suhunya memang panas. Tapi nanti kita lihat dari hasil latihan dulu, dari situ kita putuskan harus set up apa aja. Paling utama mapping pengapian ECU, itu yang jadi salah satu penentu,”sahut mekanik kalem yang tulen Ngayogyokarto itu. “Tapi memang kalo di Wonosari walpoun panas, anginnya kencang. Pada saat itu saya coba akali dengn bikin air scoop pada radiator dan mesinnya buat pendinginan temperatur, sekaligus ada rubahan dikit pada mappingnya untuk memanfaatkan angina yang kencang,”imbuh Anto.

Dodiyanto (kanan) , Marketing Product Development PT. Gajah Tunggal Tbk, Adu Kelincahan dan Ketahanan Ban

Eit, jangan sepelekan daya tahan ban lho, bisa saja set up engine optimal, stamina rider oke, tapi jadi ‘bubar jalan’ lantaran urusan ban. Nah lo!“Tahun lalu trek sangat panas, ketahanan dan kelincahan ban diuji,”singkat Dodiyanto, Marketing Product Development PT. Gajah Tunggal Tbk sebagai produsen Ban IRC yang siap hadir langsung di Motoprix 2018 Yogyakarta. Mang Dodi-sapaan akrabnya-juga mewanti tahun lalu di trek yang sama, IRC Fasti produk andalan mereka sukses sapu bersih. Harus dicatat juga Mang, tahun lalu belum ada pesaing macam tahun ini. Nah ini yang bikin panas lagi!,”Tim kami disupport FDR, tapi karena aturan hanya boleh pakai IRC dan Pirelli. Kami pilih IRC Karena daya tahan,”ungkap Boy. Oke deh! Wawan