Perangkat Inertial Measurement Unit Yang Terlewatkan Di MotoGP

Walaupun sudah menggunakan ECU yang sama, ternyata ada 1 bagian yang terlewat. Dan ini menjadi salah satu peranti yang menyebabkan gap antara tim satelit dan tim pabrikan masih cukup lebar.

Perangkat tersebut disebut IMU (Inertial Measurement Unit). Orang awam menyebutnya lean angel alias sensor untuk mengukur kemiringan motor. Namun ternyata fungsinya tidak hanya sebatas itu.

IMU lebih canggih dari sebatas lean angle. Momen inertia pun dihitung untuk mengetahui kecepatan ketika menikung. Akurasi menghitung posisi motor pun kian tinggi.

“Orang-orang yakin IMU adalah sensor dan hanya mengukur sudut kemiringan. Tapi itu tidak benar. IMU mengukur rata-rata sudut kemiringan melalui algoritma matematika. IMU sebenarnya adalah sebuah komputer yang terhubung dengan ECU melalui line CAN,” terang Corrado Cecchinelli, MotoGP Director of Technology.

Semuanya terhubung ke ECU unit dan bisa mengoreksi mapping untuk mendapat kemampuan optimal disetiap tikungan. Hitungan kemiringan motor ditambah kecepatan menikung, mampu memberikan input ke ECU untuk melakukan penyesuaian.

Uniknya bahkan IMU terhubung dengan sensor temperatur ban. Sehingga motor tetap mudah dikontrol.

Bisa jadi, IMU menjadi sumber masalah bagi Yamaha dan Suzuki yang kerap sliding ketika motor mulai tegak. Algoritma IMU tidak bisa memberikan data detail untuk memperhalus power motor.

Corrado Cecchinelli mengungkapkan bahwa IMU masih dikembangkan oleh masing-masing pabrikan motor. Dan itu yang membuat jarak dengan tim satelit makin jauh. Ada wacana IMU akan didesain seragam dan menjadi satu kesatuan dengan ECU.

“Bayangkan jika IMU saya ambil berikut pengukur suhu ban. Lantas saya masukan IMU dan terintegrasi ke ECU,” lanjutnya.

Tentu harapannya akan ada IMU seragam. Tim satelit pun dapat dengan mudah menyesuaikan dengan IMU yang terintegrasi di dalam ECU. MT4