Profile : Anondo Eko (Ketua IMI DKI), Angkat Pamor Kolaborasi Senior dan Yunior

Bersama Imam Nahrawi (Meneteri Pemuda dan Olahraga) dan Anis Baswedan (Gubernur DKI Jakarta)

OtoInfo.Id-Dipilih secara aklamasi untuk periode kepengurusan 2017-2021, Anondo Eko bertekad mengembalikan pamor Pengrov IMI (Ikatan Motor Indonesia)  DKI Jakarta.  Tak lain dan tak bukan adalah pamor sebagai IMI yang berprestasi dan disegani. Terlebih, IMI DKI pernah menyabet penghargaan Pengrov IMI terbaik pada tahun 2008 dan 2009 . Untuk itu pria kelahiran Jakarta, 23 Juni 1976 itu sudah menyiapkan formulasi terbaik dengan sistem administrasi professional dan transparan,”Selain kegiatan olahraga otomotif, potensi pariwisata akan lebih dioptimalkan, bersinergi  dengan pemerintah daerah dan swasta,”bilang Mas Eko-sapaan akrabnya.

Berbekal pengalaman hampir 16 tahun di organisasi IMI,sejak era Bob HRE Nasution (alm) suami dari Endah Kaniasari itu coba memadukan potensi senior dan yunior dalam struktur organisasi yang dipimpinnya. Sigit Widyanto, Doony SQ, Saraswati Mulyono, Dodi Irawan, Robert Batubara, Haridarma Manopo, Ade Setyaningsih, Albert Donovan, Arief Budiarto beberapa nama senior yang mengsisi ‘line up’ yang dinahkodai. Untuk yang yunior yang diberi kepercayaan antara lain, Bimo Pradikto, Jose Adityo, Popy Aleta, Sumantri, Nugraha Hadinata, Hasnul Arifin. So, lewat program-program unggulannya, menarik ditunggu gebrakan IMI DKI 4 tahun kedepan. “Dorongan para senior dan dukungan teman-teman klub hobi, motivasi saya untuk memberikan yang terbaik,”kata alumni Tri Sakti jurusan arsitek itu.

Bersama Ketua DPRD Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi

Tak hanya berpengalaman di IMI, ayah dari Damarianty Andea dan Daniswara Andeo juga punya experience di organisasi HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) dan Kadin (Kamar Dagang Indonesia). “Saya pernah dipercaya sebagai wakil ketua umum organisasi Kadin Jakarta. Dalam berorganisasi apa pun yang saya ikuti prinsipnya menjalin silaturahmi,”tegas Mas Eko yang ternyata punya prestasi di olahraga otomotif.

Yup, awal nyemplungnya  di otomotif, dimulai dari atlet slalom di tahun 1992. Pada tahun itu pulalah sukses dinobatkan sebagai juara pemula. “Pada tahun 1998 sampai 2002 dari slalom pindah ke sprint dan rally, hingga pada tahun 2003 kembali lagi ke slalom. Alasannya,  karena memang lebih efisien secara waktu, slalom cukup satu hari aja selesai,”bebernya. Jadi, selain punya jam terbang di organisasi, juga langsung melakoni sebagai pelaku langsung alias pembalap. Pastinya, dengan itu Mas Eko diharapkan lebih peka dengan aspirasi teman-teman komunitas di klub hobi juga tim dan pemabalap di olahraga otomotif.

Bersama Rio Haryanto, Pembalap Kebanggan Indonesia

Oh ya, lewat dua organisasi HIPMI dan Kadin tadi, Mas Eko akui ada kedekatan dengan Sandiaga Uno (Wagub DKI). Tak bisa dipungkiri, ‘akses’ itu jadi modal kuat guna bersinergi dengan pemerintah daerah. “Secara pribadi saya sudah menyampaikan program-program IMI DKI kedepan, salah satunya persiapan menghadapi PON Papua 2020 nanti. Targetnya sapu bersih semua medali dengan dukungan semua potensi yang ada, termasuk pemerintah daerah dan KONI,”tukas Mas Eko yang punya bisnis dibidang ekspedisi itu. Mantap! Wawan