Otoinfo – Di Amerika Serikat, diler mobil semakin canggih dengan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi kerusakan pada mobil tanpa perlu campur tangan teknisi. Inovasi ini memberikan efisiensi yang lebih tinggi, mengurangi waktu tunggu pelanggan, dan meningkatkan akurasi dalam mendeteksi masalah kendaraan.
Cara kerja teknologi AI ini sangat sederhana dan cepat, tidak memakan waktu lebih dari satu menit. Pelanggan hanya perlu mengendarai mobil mereka melintasi alat scanning yang telah disediakan. Alat ini kemudian akan mengambil foto mobil dari berbagai sudut, termasuk bagian bawah bodi mobil.
Gambar-gambar tersebut dikirim ke perangkat lunak AI yang akan menganalisis dan mendeteksi segala masalah pada mobil, baik dari sisi eksterior, ban, maupun komponen mekanis yang terlihat.
Proses analisis ini hanya memakan waktu sekitar 30-45 detik. Setelah itu, pelanggan akan menerima laporan lengkap terkait kondisi kendaraan mereka. Dengan laporan ini, teknisi dapat segera mulai melakukan perbaikan berdasarkan temuan yang ada.
Emmanuel Epino, General Manager di Findlay Cadillac, mengungkapkan bahwa sistem berbasis AI ini sangat akurat, mampu menemukan kerusakan yang mungkin terlewat oleh teknisi manusia.
Meskipun teknologi ini sangat membantu dalam mendeteksi kerusakan, Epino menekankan bahwa adopsi teknologi AI tidak akan menghilangkan lapangan pekerjaan bagi teknisi.
Sebaliknya, teknologi ini justru membantu teknisi untuk lebih fokus pada tugas-tugas perbaikan yang membutuhkan keahlian manusia. Dengan demikian, teknisi dapat memberikan layanan yang lebih berkualitas dan efisien kepada pelanggan.
Penerapan teknologi AI di diler mobil ini merupakan langkah maju dalam industri otomotif. Selain memberikan kemudahan bagi pelanggan, teknologi ini juga meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional diler.
Ke depannya, diharapkan lebih banyak diler mobil yang akan mengadopsi teknologi ini, sehingga standar layanan dapat terus meningkat. Dalam era digital yang serba cepat ini, adopsi teknologi seperti AI menjadi sangat penting.
Diler mobil yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Oleh karena itu, inovasi ini tidak hanya bermanfaat bagi pelanggan, tetapi juga bagi industri otomotif secara keseluruhan.
Dengan teknologi AI, proses deteksi kerusakan mobil menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien. Pelanggan tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui kondisi mobil mereka, dan teknisi dapat segera melakukan perbaikan dengan data yang lebih akurat. Inilah masa depan layanan otomotif yang lebih canggih dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Otoinfo
More Stories
Geely Buka Pre-Booking Starray EM-i di GIIAS Surabaya, Harga Mulai Segini
Jeep Grand Cherokee: SUV Premium dengan Performa Off-Road Tangguh
Jeep Wrangler: Ikon Off-Road dengan Desain Klasik dan Performa Tangguh