Belum Tahu Jenis Kekentalan SAE Oli Motor? Baca Ini Penting! Jangan Sampai Terlambat

Otoinfo.id – Oli memang peranannya sangat vital dalam kinerja yang optimal pada mesin sepeda motor. Pemilihan oli motor terbaik harus diperhatikan. Hal ini akan membuat kinerja dan daya tahan (awet) mesin semakin baik.

Sering melihat pada kemasan oli motor terdapat tulisan SAE. Apa itu SAE oli motor ? Adalah Society of Automotive Engineers atau SAE, merupakan sebuah lembaga yang didirikan oleh Andrew Riker dan Henry Ford pada 1905 yang mengukur tingkat viskositas atau kekentalan oli pada suatu suhu tertentu.

Baca Juga : Motor Matic Kurang Bertenaga Di Jalan Menanjak? Ini Penyebabnya

Nah, apasih sebenarnya kode SAE itu? Jadi SAE adalah ukuran kekentalan sebuah oli pada terjadi saat suhu dingin dan panas. Ukuran SAE oli motor ditentukan juga pada suhu atau iklim yang berbeda pada setiap negara atau wilayah. Berikut ini beberapa tipe ukuran SAE oli motor yang sering digunakan. Simak penjelasannya dibawah ini!

1. SAE 20W50, Oli dengan kode ini memiliki arti oli masih dapat digunakan pada suhu dingin mencapai (minus) -10 hingga -15 C dengan kekentalan SAE 20 dan pada suhu tinggi hingga 150 C dengan tingkat kekentalan SAE 50. Jenis oli cocok untuk dikota – kota yang memiliki tingkat kemacetan yang tinggi, beban yang berat, tingkat polusi tinggi dan tidak digunakan dalam jarak yang jauh.

Baca Juga : Perhatikan! Dua Kebiasaan Inilah Yang Bikin V-Belt Motor Matic Cepat Aus

2. SAE 15W40, Oli dengan kode ini memiliki arti oli masih dapat digunakan pada suhu dingin mencapai (minus) -15 hingga -20 C dengan kekentalan SAE 15 dan pada suhu tinggi hingga 150 C dengan tingkat kekentalan SAE 40. Jenis oli ini sering digunakan untuk mesin jenis diesel yang memiliki kestabilan kekentalan oli, penggunaan jarak jauh dan kinerja keras pada mesin diesel.

3. SAE 10W30, Oli dengan kode ini memiliki arti oli masih dapat digunakan pada suhu dingin mencapai (minus) -20 hingga -25 C dengan kekentalan SAE 10 dan pada suhu tinggi hingga 150 C dengan tingkat kekentalan SAE 40. Jenis oli memiliki kelebihan dalam hal irit bahan bakar, namun kurang dalam memberikan perlindungan terhadap mesin dengan kondisi jalan yang sering dan dengan beban yang berat.

Baca Juga : Awas Rem Blong! Ini Dia Cara Menggunakan Rem ‘CBS’ Motor Matic Dengan Benar

4. SAE 10W40, Oli dengan kode ini memiliki arti oli masih dapat digunakan pada suhu dingin mencapai (minus) -20 hingga -25 C dengan kekentalan SAE 10 dan pada suhu tinggi hingga 150 C dengan tingkat kekentalan SAE 40. Jenis oli memiliki kemiripan dengan tipe 10W30.

5. SAE 15W50, Oli dengan kode ini memiliki arti oli masih dapat digunakan pada suhu dingin mencapai (minus) 15 hingga -20 C dengan kekentalan SAE 15 dan pada suhu tinggi hingga 150 C dengan tingkat kekentalan SAE 50.

Baca Juga : Awas! Perhatikan Saat Mencuci Motor Injeksi, Jangan Sampai Malah Bikin Mesin Mati!

Itulah beberapa jenis Kekentalan pada jenis oli, tentunya dengan semakin mengetahui jenis oli ini kita akan lebih mudah memilih oli terbaik untuk motor kita. Jadi, setelah baca artikel ini, pastikan sobat nggak salah pilih jenis kekentalan oli atau SAE untuk motor sobat ya. Oke, semoga bermanfaat! Taufik