MotoGP: Kepala Mekanik Vinales Beberkan Soal Krisis M1

Otoinfo.id – Dihadapan kamera televisi Spanyol, Movistar, Ramon Forcada yang merupakan kepala mekanik Maverick Vinales membeberkan soal krisis yang terjadi pada Yamaha M1 yang sering kehilangan grip di musim 2018 ini.

Namun uniknya justru hal itu tidak terjadi pada Johann Zarco, padahal sama-sama memakai M1 walaupun memiliki versi yang berbeda.

Saat terjadi kehilangan grip, entah itu di sesi free practice ataupun warm-up, secara terus terang bahwa Ramon Forcada tidak bisa berbuat apa-apa.

Baca Juga : MotoGP: Setelah Honda, Kini Giliran Aprilia Pakai Swingarm Carbon Fibre
Baca Juga : MotoGP: Honda Test Swingarm Carbon Fibre

“Motor-motor Yamaha, ketika kehilangan grip, sangat menderita. Jujur tahun lalu, kami baik di sini (di Le Mans). Kami berkeinginan memiliki motor yang memiliki grip baik di Le Mans. Namun saat itu (grip) tidak ada, kami tidak dapat melakukan apa pun untuk mengatasi solusi soal grip, terutama mengubah set-up dari perangkat elektronik,” jelas Ramon Forcada.

Ramon Forcada menjelaskan bahwa untuk memperbaiki grip dengan perangkat elektronik adalah hal yang sulit dilakukan. Bahkan dia menyebutkan akan sangat mustahil untuk melakukannya.

Alasan Ramon Forcada sangat jelas, bahwa ini adalah desain motornya. “Ini bukan hanya disebabkan oleh 1 masalah, melainkan keseluruhan rancangan. Sebuah motor adalah satu paket, mulai pengendara, mesin, sasis, ban hingga perangkat elektronik. Jika kita bisa menentukan masalahnya pada 1 hal, tentu akan mudah diperbaiki dengan perangkat elektronik tahun lalu yang kami gunakan. Tapi kondisinya mesin telah berubah dan kami memakai elektronik baru. Tentu tidak mudah,” jelasnya.

Lantas bagaimana dengan Johann Zarco? Pembalap berkebangsaan Perancis ini justru digdaya di atas Yamaha M1. Ternyata kondisi Johann Zarco memang sedikit berbeda.

Johann Zarco memang memiliki sasis yang sama dengan Valentino Rossi maupun Maverick Vinales, akan tetapi mesin yang digunakan Johann Zarco ternyata berbeda.

“Sesuai dengan aturan yang berlaku dari pabrikan Yamaha bahwa kami tidak bisa memakai paket yang digunakan Zarco (sasis dan mesin). Bisa jadi motor Zarco bagus untuknya, tetapi saya tidak tahu apakah hasilnya sama jika digunakan Valentino Rossi atau Maverick Vonales. Kami menggunakan 5 versi sasis per musim. Sekarang, Zarco menggunakan salah satu versi 2016, sama dengan kami. Jadi Zarco tidak menggunakan sasis tahun lalu,” lanjut Ramon Forcada.

Secara jelas bahwa YZR-M1 versi 2018 yang dipakai Valentino Rossi dan Maverick Vinales merupakan kesalahan desain. Hal ini pernah diungkap oleh Rossi bahwa distribusi berat M1 2018 adalah 60% depan dan 40% belakang. Berbeda dengan 2017 yang memakai 50-50 distribusi berat.

Otomatis untuk mengubah hal itu dengan sasis yang tidak berbeda jauh, rancang bangun mesin harus berbeda. Untuk mencari centre of gravity M1, dimensi mesin M1 jelas berubah. MT4, foto : motogp